Wednesday, 26 September 2018

Takut Begal, Pemudik Enggan Lewat Jalur Alternatif

Minggu, 11 Agustus 2013 — 18:57 WIB
ilustrasi

ilustrasi

INDRAMAYU (Pos Kota) – Ruas jalan alternatif Cirebon-Indramayu nampak sepi kendaraan pemablik dari Jawa Tengah, Jatim, D.I Yogyakarta yang akan menuju Jakarta.

Pengendara sepeda motor lebih suka menempuh rute jalan nasional Cirebon-Palimanan-Jatibarang. Walaupun kondisi lalu lintasnya padat dan udaranya panas namun kondisi jalan itu aman dari aksi begal

Hal itu karena ruas kondisi jalan sepanjang 55 Km itu dinilai rawan aksi kejahatan. Khususnya begal kendaraan bermotor roda dua.

Titik rawan begal selain berada di Kecamatan Krangkeng juga Kecamatan Juntinyuat, Karangampel dan Balongan.

” Ya betul salah satu alasan kami tidak melewati jalur alternatif Cirebon-Indramayu itu karena daerahnya masih rawan begal,” kata Aby, 29 pebalik yang mengendarai sekutic menuju Bekasi.

Dikatakan, sebetulnya ruas jalan alternatif Cirebon-Indramayu itu jalannya mulus dan rata serta lebar. Di sisi kiri kanan jalan, khususnya di Kecamatan Juntinyuat masih banyak ditumbuhi pepohonan yang rindang sehingga udaranya terasa adem.

Namun, katanya jika malam hari kondisinya sering berbalik menjadi menyeramkan karena katanya kawanan begal dan perampas harta pengendara motor masih sering terdengar.

Pemantauan Pos Kota, untuk menghindari jangan sampai para pemudik jadi korban begal, warga di Kecamatan Lohbener memasang spanduk kain putih bertuliskan hati hati aksi begal yang dipasang di simpang tiga ABC.(taryani/d)