Saturday, 25 November 2017

Berserakan di Pasar Tradisional

170 Petugas Lembur Angkut Sampah

Rabu, 14 Agustus 2013 — 8:31 WIB
ilustrasi

ilustrasi

PAMULANG (Pos Kota) – Sebanyak 170 petugas Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ‘lembur’ untuk menangani tumpukan sampah di sejumlah pasar tradisional. Pasalnya, tumpukan sampah tersebut sangat mengganggu kenyamanan warga dan pemakai jalan yang melintas.

“Kami terpaksa melemburkan ratusan petugas kebersihan yang ada untuk mengatasi tumpukan sampah buangan warga dan pedagang sebelum dan setelah Lebaran ini,” kata Kepala Dinas DKPP Tangsel M. Tahe Rochmadi didampingi Kepala Bidang Kebersihan DKPP , Yepi Suherman, Selasa (13/8).

Sekitar 700 meter kubik sampah sebelum dan sesudah Lebaran diangkut petugas terutama dari sekitar Pasar Ciputat, Pasar Manggis, Pasar Pamulang dan Pasar Serpong. Tahe Rochmadi mengaku selama Lebaran sampah naik 100 persen dari hari biasa yang hanya 350 meter kubik.

Tidak kuang dari 58 dum truk dan 14 mobil pick up dikerahkan mengangkut sampah yang berserakan serta berceceran di pinggir jalan utama maupun protokol sekitar pasar tradisional.

Menurut dia, ada sekitar 170 petugas kebersihan dikerahkan . “Tak hanya saat Lebaran saja tapi di malam takbiran petugas juga harus bekerja ekstra keras membersihkan tumpukan sampah hingga Pk. 04:00,” ujarnya.

Petugas kebersihan yang dikerahkan memang diberikan waktu selama tiga hari setelah Lebaran dan baru mereka boleh beristirahat. “Volume sampah terbanyak berada di pasar tradisional karena ada peningkatan dua kali lipat dari hari biasa setelah itu baru sampah pemukiman dan sampah pasar swalayan,” tuturnya yang mengaku paling banyak sampah terdapat di Kec. Pamulang. (anton)

sampah-1Teks: Tumpukan sampah buangan warga dan pedagang di Pasar Ciputat yang mengganggu pengguna jalan. (anton)