Sunday, 18 November 2018

Rumah Sakit Haji Jadi Rumah Sakit Pendidikan

Rabu, 14 Agustus 2013 — 7:50 WIB
hajipondok148

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menghibahkan Rumah Sakit (RS) Haji, di Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur kepada Kementerian Agama (Kemenag). Di masa datang rumah sakit tersebut dijadikan RS pendidikan tenaga keperawatan dan kedokteran di bawah naungan Universitas Islam Negeri (UIN).

Wakil Gubernur Ahok mengatakan sudah ada kesepakatan dengan Kementerian Agama untuk menjadikan RS Haji sebagai RS pendidikan kesehatan. Sebab, banyak permintaan dari negara-negara dari kawasan Timur Tengah terhadap tenaga kesehatan perawat dan dokter.

“Dia mau bikin untuk Fakultas Kedokteran. Karena kita harus akui, banyak sekali permintaan tenaga kerja kita dikirim ke Timur Tengah. Padahal mereka itu belum terdidik,” kata Ahok di Balaikota, Selasa (13/8).

Tenaga kesehatan yang paling diminati kawasan Timur Tengah adalah tenaga perawat. Namun sayangnya, kualitas tenaga perawat Indonesia, khususnya Jakarta masih kalah bersaing dengan tenaga perawat di negara-negara Benua Asia lainnya. “Permintaan perawat ke Timur Tengah itu tinggi sekali, karena kalah kualitas, sehingga diisi dari orang Filipina,” ujarnya.

KUALITAS PERAWAT
Bila ada sekolah perawat dengan pendidikan bertaraf internasional, maka akan meningkatkan kualitas perawat Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI lebih cenderung menjadikan RS Haji sebagai rumah sakit pendidikan tenaga kesehatan, terutama perawat di bawah naungan UIN.

Sementara itu, untuk pengganti RS Haji sebagai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Pemprov DKI akan menjadikan bekas kantor Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) sebagai RSUD.

“Kita mau ke arah situ. Sama-sama negara kan. UI juga milik negara. Kalau penggantinya RSUD, justru bekas kantor Jamkesda yang di Jalan Kesehatan mau kita ubah jadi RSUD,” tukasnya. (guruh/st/o)

  • Mangap

    Harusnya pendidikan buat perawat, TKI dan TKW itu dilakukan di daerah, bukannya di Jakarta. Kurang cocok menurut saya. Harusnya RS haji malahan di buat RS Umum. karena kapasitas RS umum sendiri masih kurang