Sunday, 18 November 2018

Sudah Korban Peranakan Suami Masih Berat ke WIL

Jumat, 16 Agustus 2013 — 9:54 WIB
nah-sub

KURANG apa pengabdian Srini, 30, sebagai istri? Meski tahu suami penthalitan punya WIL segala, saat pulang minta “jatah” tetap dikasih juga. Tapi Badri, 35, memang lelaki tak tahu diuntung. Meski istri sudah korban perasaan dan peranakan, dia tak bisa melepaskan WIL-nya juga. Terpaksalah, meski perih dan pedih Srini menggugat cerai suami di Pengadilan Agama Surabaya.

Cinta menjadikan pelakunya sangat pemaaf. Seperti apa pun kelakuan orang yang dicintai, masih bisa menerima dan memaafkan. Sebab dengan kesabaran itu diharapkan orang yang sangat dicintai tersebut menjadi sadar akan kelakuannya selama ini, dan kemudian kembali ke jalan yang benar. Ada kalanya kiat ini membawa hasil, tapi juga tidak sedikit justru menjadikan sosok yang dicintai itu malah gede kepala, di samping gede nafsu.

Lelaki tak tahu diuntung itu salah satunya adalah Badri, warga Surabaya Selatan. Bini satu saja takkan habis dimakan rayap, mbagusi punya WIL segala, sehingga jarang pulang ke rumah. Padahal di rumah sudah ada dua anak yang selalu mendambakan kehadirannya, di samping Srini sebagai istrinya. Untungnya perempuan malang ini juga wanita karier, sehingga meski jarang dipasok gaji oleh suami, dia masih bisa bertahan dengan penghasilan sendiri.

Srini tahu bahwa suaminya penthalitan pelihara WIL segala, tapi dia tak pernah menegurnya secara keras macam Wagub Ahok kepada PKL Pasar Tanah Abang. Bukannya Srini takut muncul sosok macam H. Lulung yang Wakil Ketua DPRD DKI, tapi karena dia yakin bahwa pada saatnya nanti Badri akan sadar dan kembali ke jalan yang benar. Makanya setiap kali suami pulang dan kemudian minta “jatah” tetap diberinya juga, meski hatinya pedih bak diiris sembilu.

Meski jarang di rumah, pulang-pulang hanya saat mau setor bonggol, benih yang ditabur Badri pun menjadikan Srini hamil untuk anak ketiganya. Dia berharap dengan lahirnya anak ketiga tersebut Badri kemudian tobatan nasuha dan kembali ke pangkuan keluarganya. Tapi ternyata tidak. Persalinan dia tak menunggui, biaya juga tak mau keluar. Jadi sudah seperti instalatir PLN, asal sudah masukkan strom langsung pergi begitu saja.

Srini pernah nanting (bertanya), mengingat anak sudah tiga, apakah tidak sebaiknya rumahtangga yang nyaris ambruk itu ditata kembali. Tapi jawab Badri enteng saja, sudah tak bisa lagi meninggalkan WIL-nya, sehingga siap bila mana harus bercerai dari istri perdananya. “Aku mencintaimu, tapi aku tak bisa juga meninggalkan WIL-ku di sana,” kata Badri tanpa malu-malu.

Sedih sungguh Srini. Sudah korban perasaaan dan peranakan, tak dihargai juga. Akhirnya dia berketetapan, lebih baik pecah kongsi saja, memangnya lelaki di  Surabaya hanya Badri seorang? Yakin akan pilihannya, beberapa hari lalu dia mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Surabaya. Dia masih optimis menghadapi hari depan, karena dengan tiga anak pun masih mampu membiayai keluarga.

Badri anggap saja sekedar pejantan doang. (SP/Gunarso TS)

  • TheCader

    Kasihan, istri sudah setia, malah diabaikan bgtu saja, tak tahu diuntung kau mas..

  • jamiel

    istri tua luar biasa.. amin..amin

  • Lutpi

    Badri ancen wong kowar

  • Amida Abidin

    Badri wong gendheng,udah punya istri sebaik itu masih saja punya WIL. Mudah2 dg sakit hatinya sang istri itu membuat Badri dan WILnya juga merasakan kesakitan yg sama. Mudah2an adzab untuk Badri dan WILnya yg gak tau diuntung. Untuk SRini yakinsaja besok pasti akan ada penggantinya yg lebih baik dari segalanya…AMin.