Saturday, 24 August 2019

Sulit Kejar Produksi 80 Ribu Barel/Hari

Minggu, 18 Agustus 2013 — 16:03 WIB
ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Sulit mengejar produksi minyak 870 ribu barel/hari. “Ga mungkin asumsi lifting minyak sebesar itu bisa tercapai,” kata pengamat perminyakan, Kurtubi, Minggu (18/8).

Sekarang saja rata-rata produksi minyak hanya 830 ribu barel/hari. Ini saja susah. Apalagi menambah produksi hingga 870 ribu barel/hari.

Untuk asumsi harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) tahun depan 106 dolar AS/barel, ia mengaku sudah realistis untuk mengantisipasi gejolak harga minyak dunia.

Memang harga minyak dunia ke depan cenderung naik, seiring menggeliatnya ekonomi Amerika Serikat (AS) dan krisis politik di Mesir.

Namun, ia menambahkan kenaikan harga minyak ini tidak begitu drastis. Hanya sampai di level 115 dolar AS/barel. “Kalau harganya turun hanya sampai di kisaran 90 dolar AS/barel,” jelasnya.

Meski kenaikan harga minyak dunia tidak begitu drastis, ia mengingatkan tetap harus diantisipasi, terutama melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ini bisa berpengaruh terhadap neraca perdagangan. Sebab hasil ekspor migas yang didapat relatif kecil karena jumlah minyak yang di ekspor hanya sedikit. Sementara impornya banyak.”Ini yang harus diwaspadai juga,” ujar Kurtubi. (setiawan/d)