Thursday, 19 July 2018

Pria Keturunan Indonesia Jadi Pejabat Militer di Madagaskar

Senin, 19 Agustus 2013 — 19:47 WIB
madagas198

JAKARTA (Pos Kota) – Warga keturunan Indonesia yang kini jadi warga negara asing tak sedikit yang mengharumkan nama bangsa. Ada yang menjadi pengusaha sukses, ada pula yang menjadi pejabat. Salah satunya adalah Richard Rakotorinina.

Di Madagaskar, Richard menjabat sebagai Gubernur Angkatan Militer dengan pangkat jenderal bintang satu. Richard pernah mengikuti pendidikan Sesko AD tahun 2000 di Bandung, Sesko TNI tahun 2005 dan Lemhanas pada 2011. Meskipun ia dilahirkan Madagaskar, tapi Richard fasih berbahasa Indonesia, bahasa nenek moyangnya.

Richard adalah salah satu dari jutaan Diaspora Indonesia. Diaspora adalah perantau yang meninggalkan negaranya untuk mencari penghidupan baru di negeri baru. Richard datang ke Jakarta untuk mengikuti Konferensi Diaspora Indonesia.

“Saya cinta Indonesia, cinta nusantara,” kata Richard saat menyampaikan kesan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Dari seluruh penduduk Madagaskar, 60 persen adalah keturunan Indonesia,” jelas Richard yang disambut tepuk tangan hadirin.

Menurutnya, banyaknya keturunan Indonesia di negara itu tak terlepas dari sejarah ‘nenek moyangku orang pelaut.’ Dia berharap jalinan persaudaraan antara warga di Indonesia dengan warga keturunan yang bermukim di luar negeri semakin erat.

DIBUKA SBY

Presiden SBY mempersilakan Diaspora Indonesia, pulang kampung sama-sama membangun Indonesia. “Selama berada di Indonesia mudah-mudahan dapat merasakan sendiri sambutan kekeluargaan dari kami semua,” kata SBY pada sambutannya saat membuka Kongres Diaspora Indonesia (CID/Cingress Of Indonesia Diaspora). “Saya menyambut baik tema kongres “Pulang Kampung. Tak boleh ada Diaspora Indonesia yang diperlakukan sebagai orang asing, jika pulang ke kampung.”.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan kongres diikuti 6.000 peserta dari berbagai penjuru dunia.

Sedangkan Duta Besar Indonesia untuk PBB Dino Patti Djalal membantah tudingan komunitas Diaspora Indonesia akan dijadikan alat politik. “Nggak benar. Ini sudah lama, sudah setahun lalu didirikan. Setiap kali ada usulan agar diaspora berpolitik, saya bilang jangan. Diapora akan netral,” papar Dino. (johara/ird)

Teks : Richard Rakotorinina (irda)

Terbaru

Ibnu Hajar Tanjung. (chotim)
Kamis, 19/07/2018 — 23:59 WIB
Gerindra Targetkan 15 Kursi di DPRD Kota Bekasi
Ilustrasi
Kamis, 19/07/2018 — 23:39 WIB
Tersangka Pembunuh Pelajar Dibekuk Polisi
Kapolres Purwakarta AKBP Twedi AB dan jajarannya, Pj Bupati Purwakarta M Taufiq B Santoso, TNI, para Kadis Pemkab Purwakarta serta masyarakat nobar Film 22 Menit di Transmart Resinda Karawang, Kamis (19/07/2018). (dadan)
Kamis, 19/07/2018 — 23:32 WIB
Polres Nobar Film Soal Bom Thamrin
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana membesuk Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat, yang dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. (instagram jokowi)
Kamis, 19/07/2018 — 23:21 WIB
Masih Lemas, SBY Pulang dari RSPAD
*dok
Kamis, 19/07/2018 — 23:15 WIB
Pertemuan Prabowo dengan SBY Dijadwal Ulang