Wednesday, 17 October 2018

Pedagang Diamankan Polisi, Miras Oplosan Tewaskan Delapan Orang

Selasa, 20 Agustus 2013 — 14:19 WIB
ren

KEMAYORAN (Pos Kota)- Delapan pria meninggal dunia setelah menegak minuman keras (Miras) oplosan di warung “Jamu Gin-Su di Jalan Remaja III No.12 RT 03/8 Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (19/8) tengah malam.

Kini ke delapan korban yang meninggal dunia telah dimakamkan keluarga akibat  menegak miras oplosan: Adi Ferdinan,26, Sutrisno,33, Joko Pitono,39, Sofyan,35, Ishak Maulana, 20, dan Maripin,35, Suaifudin,32, dan Sopar,32, sedang pedagang Rendy,49, kini diamankan ke kantor polisi

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Rachmat didampingi Kapolsek Kemayoran Kompol M Sagala,Sik,SH, menuturkan kalau tersangka Rendy, di pedagang kerkedok jamu ternya menjual miras oplosan yang dijual di tersangka Rendy Rp 1000an per gelas.

Memang kios tempat usahanya selalu rame dikunjungi para anak muda dari berbagai wilayah datang hanya untuk membeli miras karena tergolong murah, dan sejak Minggu dan Senin kios milik H Tholib  yang  ukuran 3X3 meter dikontrak Rp8 juta pertahun.

Sudah delapan tahun Rendy dagang jamu, dan awalnya jamu yang selalu disedu setiap warga untuk menyehatkan badan, namun belakangan ini, pria asal Ujung Pandang, Makasar ini belakangan ini mulai berubah berkedok dagang jamu namun menjajaki minuman keras yang dijula murah meriah.

Karena usahanya semakin berkembang dengan banyaknya konsumen, membuat pria pedagang yang ngontrak di Rusun Tahap III RT O6/9 Kebon Kosong, Kemayoran,Jakpus, semakin, membuka warung hingga larut malam dan mulai melakukan pengoplosan miras yang dijual bukan lagi jamu.

Pria pedagang jamu bersama satu anak buahnya sebulan  belakangan ini mulai melakukan pengoplosan miras yang dijual di warung tempat usahanya.

Begitu pemilik kios jamu itu ketangkap ia mengaku di hadapan Kapolsek M Sagala, kalau bahan campuran buat miras oplosan dengan cara  mencampur alkohol, anggur, beras kencur, susu encer dan air putih, semua bahan itu dicampur kemudian diaduk, usai itu baru dimasukan dalam jerigen lalu dipasarkan di tempat usahanya.

“Semua bahan campuran buat miras oplosan di beli dari toko kimia yang ada di Galur No.158 RT O1/7 Johar Baru, saya beli langsung membeli pada pemilik toko Anton,”akui pria beranak empat ini pada Kompol M Sagala.

Sementara pemilik toko kimia, tak menyangka kalau bahan kimia yang sudah enam bulan jadi pelanggan ternyata menyalah gunakan membuat oplosan miras.

Kini tersangka Rendy, mengaku hanya seorang diri bersama anak buahnya yang menjadi karyawan masih terus dibawa petugas untuk mengembangkan, siapa tahu dibalik pelaku tunggal ini masih ada jaringannya jadi pengoplos miras,” tegas Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Angesta Romano Yoyol.

(silaen/sir)

Teks Gbr- Tersangka Rendy, pengoplos miras hingga menewaskan delapan orang kini dibekuk Polsek Kemayoran.(silaen)