Friday, 21 September 2018

Harga Kedelai Kian Tak Terkendali

Perajin Tahu-Tempe Dalam Keadaan Limbung

Kamis, 22 Agustus 2013 — 9:21 WIB
ilusperajin

KEMBANGAN (Pos Kota) – Kedelai langka di pasaran dan harga terus melambung membuat pengrajin tahu tempe kelimpungan.Merekapun mengancam akan mogok produksi dan demo besar-besaran kalau pemerintah tidak cepat bertindak.

“Kalau dalam dua pekan ke depan tidak ada kepastian dan kedelai masih tetap langka serta harga tidak terkendali kami akan mogok produksi dan demo secara nasional,” jelas Ketua Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Kopti) DKI Jakarta, Suharto, Rabu (21/8).

Dikatakan harga kedelai pada Juli 2013 Rp 7.700/Kg namun pada Agustus 2013 naik menjadi Rp 8.500- Rp 9.300/Kg. Kondisi ini membuat para pengrajin terpaksa menaikkan harga tempe dari Rp 5.000/papan menjadi Rp 8.500/papan, sedangkan tahu jumbo dari Rp 2.500-Rp 3000 menjadi Rp 5.600- Rp 6.000/papan.

MATI SURI

“Kalau pasokan kedelai tidak lancar dan harganya juga tidak menentu, maka harga jual tahu tempe akan naik dan kondisi ini membuat pengrajin mati suri,” tegas Suharto.

Sebenarnya untuk tataniaga kedelai, telah ada Perpres No. 32 tahun 2013 yang memerintahkan Bulog untuk mengimpor kedelai guna mengamankan harga dan penyaluran kedelai kepada pengrajin tahu tempe Hal ini diperparah dengan kacaunya birokrasi untuk menangani tata niaga kedelai sehingga impor kedelai lamban. Ditambah dengan merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika membuat importir kedelai tidak peduli terhadap persediaan di tanah air. (tarta/bu)