Sunday, 21 July 2019

Mantan Gubernur BI Diperiksa KPK

Kamis, 29 Agustus 2013 — 19:11 WIB
darminnas298

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama enam jam, Kamis (29/8). Ia jadi saksi untuk tersangka Budi Mulya terkait kasus dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penentuan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

“Saya dipanggil sebagai saksi untuk Pak Budi Mulya mengenai Bank Century. Ada dua kelompok yang ditanyakan dan berkisar hanya mengenai dua kelompok itu,” katanya, usai diperiksa penyidik KPK, sekitar Pk. 16:30.

Kelompok pertama, mengenai kesaksian apa yang dia sampaikan saat rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik beberapa tahun silam. “Jadi apa saja yang saya ucapkan, ditanyakan itu, ditanya lagi lebih detail. You kalau mau tahu cari saja transkripnya,” ujarnya.

“Kemudian, kelompok yang kedua, pada waktu jumlah kebutuhan dan menyelamatkan Century itu melonjak meningkat pada rapat tgl 24 november 2008. Itu juga sama,” imbuhnya sebelum meninggalkan Gedung KPK.

Dalam kasus ini, KPK juga telah memeriksa mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mantan Ketua Tim Penilai Surat Berharga Bank Century, Bambang Kusmianto, mantan Sekretaris KSSK, Raden Pardede, mantan Direktur Eksekutif Audit Internal BI, Dyah Virgoana Gandhi, dan mantan staf Deputi Gubernur Senior BI, Galoeh Andita Widorini.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan mantan Gubernur BI Bidang Pengelolaan Moneter, Budi Mulya, sebagai tersangka. Selain itu, bekas Deputi Gubernur BI Bidang Pengawasan, Siti Chalimah Fadjrijah dinilai sebagai orang yang bertanggungjawab terkait kucuran dana bail out Bank Century sebesar Rp6,7 triliun. (yulian)

Teks r: Mantan Gubernur BI, Darmin Nasution, usai diperiksa KPK, Kamis (29/8)