Friday, 21 September 2018

Diduga Kelebihan Muatan, Kapal Pelni Oleng

Jumat, 30 Agustus 2013 — 23:03 WIB
Kapal Pelni-n

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Diduga melebihi muatan dan banyak penumpang gelap, Kapal Pelni KM Sirimau saat akan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok tiba-tiba miring ke arah laut, sehingga batal diberangkatkan.

Kemiringan kapal jurusan Semarang-Tanjung Priok-Tanjung Pinang ini, diketahui petugas sekitar pukul 16:00. Saat itu pluit sudah ditiup sebanyak dua kali dan dalam posisi siap-siap lepas tali.

Namun secara tiba-tiba, ketika pluit ketiga sebagai tanda kapal siap meninggalkan dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok kapal oleng lalu miring ke arah laut,akibatnya membuat penumpang panik dan sempat histeris di dalam kapal.

Evakuasi kemudian dilaksanakan oleh tim dari Otoritas dan Syahbandar  dibantu anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok, hingga usai magrib evakuasi masih dilangsungkan.

Menurut satu petugas pelabuhan, berdasarkan manifest kapal hanya membawa 825 penumpang, namun faktanya melebihi 2000 penumpang.

Hingga pukul 21:00 petugas gabungan masih menyelidiki penyebab kemiringan apakah karena kelebihan muatan, atau kelebihan barang bawaan, sebab kapal Pelni sudah nyaris berubah fungsi menjadi kapal kargo (barang).

PENUMPANG TELANTAR

Pantauan Poskota Jumat malam, ribuan penumpang yang diturunkan paksa dari atas kapal tampak telantar. Mereka ditaruh di ruang tunggu terminal Nusantara Pura.

Beberapa penumpang mengaku kelaparan dan kedinginan. Sedangkan pihak Pelni sampai malam hari belum memberikan makan dan minum. “Jangankan makan, snek saja tidak diberikan,” ujar Ahmad, satu penumpang.

Mereka bahkan terlihat diperlakuka tidak manusiawi, sebab dibiarkan begitu saja oleh petugas. Ada yang tidur di lantai, dibanku ruang tunggu.

Kepala bidang lalulintas (Kabid Lala) Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Jhoni Hutasoit, yang ditemui di terminal penumpang mengaku pihaknya hanya sebatas memberika pelayanan bagaimana penumpang memperoleh pertolongan serta penempatan yang layak.

Mengenai pemberian makan ataupun lainnya menjadi tanggung jawabnya Pelni. Sedangkan masalah apakah kapal layak tetap dijalankan, dia tidak mau komentar sebab wewenangnya Syahbandar.

“Silahkan tanya ke Syahbandar, kami hanya memerikan pelayanan kepada penumpang,” jelas Jhoni Hutasoit. (dwi/d)

  • UNTUNGSETIA

    kenapa perusahaan negara cenderung rugi/tipis untungnya??