Jumat, 30 Agustus 2013 17:29:47 WIB

Kemendikbud Usut Video Tarian Erotis Siswa SMP ‘Kimcil’

kimcil-n

JAKARTA (Pos Kota)- Wakil Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud)  bidang Pendidikan Musliar Kasim mengaku kaget dengan beredarnya video tari erotis yang diperankan dua siswa SMP.

Video tari erotis yang merupakan adegan mesum berjudul Kimcil tersebut beredar luas dijejaring sosial facebook. Kimcil merupakan kependekan dari Kimplikan Cilik – yang dalam bahasa gaul warga Jogya artinya ABG centil

“Kita lagi telusuri siswa dari SMP mana yang melakukan adegan tersebut,” kata Musliar, Jumat (30/8).

Belum diketahui apakah adegan tersebut dilakukan di lingkungan sekolah atau diluar sekolah. Tetapi jika adegan tersebut ternyata dilakukan di sekolah, maka kata Musliar guru bisa menjadi pihak yang patut disalahkan dalam kasus ini.

“Kalau adegan dilakukan di sekolah, tentu kami meminta dinas pendidikan setempat menindak guru dan kepala sekolahnya,”  tambahnya.

Meski demikian, kata Musliar, orangtua tak kalah pentingnya untuk ikut  mempertanggung-jawabkan kasus tersebut. Sebab pendidikan budi pekerti pada anak-anak tidak semata-mata menjadi tanggungjawab sekolah, tetapi juga menjadi tanggungjawab orangtua.

Menurut Musliar, munculnya perilaku yang mesum diluar kewajaran yang dilakukan siswa, pada intinya karena minimnya pendidikan agama .

Karena itu Kemendikbud berupaya memperbaharui melalui kurikulum 2013 dengan menambah muatan pelajaran agama dari 2 jam menjadi 5 jam.

Masyarakat penngguna jejaring sosial kemarin dihebohkan dengan beredarnya video tari erotis yang dilakukan dua siswa SMP. Dengan diiringi musik, kedua siswa SMP tersebut bergoyang erotis dan mirip gerakan seks.

Keduanya juga tak malu, saat adegan tersebut direkam dan ditonton ramai-ramai oleh teman-teman mereka. (inung/d)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.