Tuesday, 23 July 2019

Akhirnya Budi Cilok Ketemu Guru dan Idolanya

Sabtu, 31 Agustus 2013 — 21:40 WIB
Budi Cilok dan Iwan Fals-n

JAKARTA (Pos Kota) – Sejak usia 10 tahun Budi Mulyono menjalani kehidupan keras sebagai anak jalanan dengan mengandalkan hidup sebagai pemusik. Dia sempat dilanda frustasi karena disebut sebagai ‘epigon’ alias peniru Iwan Fals.

Budi Cilok dan Iwan Fals-330

Tak bisa dipungkiri memang, jika Budi yang lebih dikenal dengan nama Budi Cilok memiliki karakter vokal yang mirip dengan Iwan Fals. Tarikan suara, penekanan lafal dan pembawaanya sangat kental dengan Iwan Fals.

“Saya sempat frustasi. Bahkan sempat vakum, ogah jadi penyanyi karena penilaian meniru-niru Iwan Fals. Namun saya berpikir lain, harus bisa membuktikan diri jadi penyanyi profesional,” tegas Budi saat melaunching album solo perdanya ‘Sewajarnya’ di Rolling Stone Cafe di Jakarta, kemarin.

Budi Cilok dan Iwan Fals-475

Saat ditanya kenapa memilih musik balad, Budi menegaskan lantaran tak lepas dari kekagumannya pada Iwan Fals.

“Mas Iwan Fals ini fenomenal, begitu disukai semua kalangan lewat karya-karyanya. Maka itu, saya menjadikannya sebagai guru sekaligus mengidolakannya,” papar Budi lagi.

Pada debut albumnya itu, Budi menawarkan sembilan lagu, di antaranya ‘Sepertiga Malam’, ‘Rapuh Bertahan’, ‘Matahari’, ‘1/2 Hati’, ‘Sewajarnya’,Titik Mimpi’, ‘Rombak’, ‘Pergerakan’ dan ‘Syukur’.

Ia dibantu   Heirrie Buchaery, Sonata, Deny Kurniawan dan Edi Daromi, musisi senior yang sebelumnya pernah mendukung rekaman dan aksi panggung Iwan Fals.

Dalam kesempatan yang sama, Ainul Hidayat selaku produser berharap album Budi Cilok ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Saya rasa ini memang waktu yang tepat untuk melahirkan karya kawan-kawan ini. Mudah-mudahan dengan kosongnya musik balad di tanah air ada kerinduan masyarakat akan musik ini. Kita mencoba untuk itu,” pungaks Ainul. (santosad/d)

foto : Budi Cilok dan Iwan Fals. (ist)