Wednesday, 21 November 2018

KM Sirimau Miring di Priok

Dirjen Panggil Dirut Pelni

Senin, 2 September 2013 — 19:50 WIB
penumpang1

JAKARTA (Pos Kota) – Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R Mamahit akan memanggil Dirut Pelni sekaligus menyelidiki kasus miringnya KM Sirimau hingga ribuan penumpangya dievakuasi dan diinapkan di ruang Terminal Pelabuhan Priok.

Bobby juga menerima laporan kalau KM Sirimau tersebut laporan manifetsnya hanya 800 orang namun saat kejadian tersebut diketahui membawa lebih dari 2000 penumpang. “Kalau hasil invetigasi tim nanti terbukti ada kesalahan atau kelalaian dari Pelni, kami pasti akan memberikan sanksi,” janji dirjen kepada Poskota.

Dia juga mendapat info bahwa kapal sudah oleng sejak pelayaran dari Semarang ke Jakarta. “Untungnya sampai Jakarta selamat tidak terjadi sesuatu. Pas mau diberangkatkan lagi, tiba-tiba kapal miring,” terang Bobby.

Untuk itu, pihaknya kini menahan KM Sirimau tidak dijinkan berlayar dan kemungkinan diarahkan untuk doking terlebih dahulu.

Dirjen juga marah mendengar ada protes dari penumpang yang tidak melanjutkan perjalanan uang tiket yang dikembalikan dipotong hingga 50 persen dengan alasan sudah sempat diberlayakan hingga ke Tanjung Priok. “Ini nggak benar dan melangar aturan. Yang wanpretasi kan Pelninya, bukan penumpang harusnya dikembalikan seratus persen,” jelas Bobby yang kecewa dengan Pelni karena sempat memperlakukan penumpang kurang manusiawi sebab dibiarkan tidur dilantai berlakan koran atau tiker saja.

Seperti diberitakan Pos Kota, ribuan penumpang KM Sirimau sudah dua hari dua ribu terlantar di terminal penumpang Nusantara Pura Pelabuhan Tanjung Priok. Kapal yang mereka tumpangi oleng dan miring kekanan hingga 25 derajat ke kanan atau arah laut.

Mereka dievakuasi oleh petugas syahbandar, otoritas pelabuhan dan polres Pelabuhan Tanjung Priok. Mereka sempat mengeluh karena kekuarangan air bersih dan kurang makan, kendati begitu situasinya kondusif setelah anggota Polres terus melakukan upaya pendekatan terhadap ribuan penumpang tersebut.(Dwi)