Friday, 16 November 2018

Perajin Tempe Perkecil Ukuran

Senin, 2 September 2013 — 16:01 WIB
temcil29

SUKABUMI (Pos Kota) – Meroketnya harga kacang kedelai membuat perajin tahu-tempe di Sukabumi memutar otak agar tidak merugi.Mereka menyiasatinya mulai mengurangi jumlah produksi, menaikan harga hingga memperkecil ukuran tahu-tempe. Tindakan ini terpaksa mereka ambil setelah harga kacang kedelai menembus Rp9.500 perkilogramnya.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Perajin Tahu Tempe Sukabumi, Dadang Jamaludin, Senin (2/9), mengatakan perajin mengurangi jumlah produksinya untuk mengurangi kerugian akibat melonjaknya harga kedelai impor. Pasalnya perajin terbentur dengan biaya operasional yang bertambah.

“Langkah ini diambil karena modal para perajin tersedot untuk membeli bahan baku yakni kedelai impo. Saat ini perajin memproduksi makanan berprotein tinggi tersebut hanya setengahnya saja. Ada juga sebagian ada yang menaikan harga. Kenaikan harga kedelai impor ini sangat memberatkan pengrajin khususnya yang skala produksinya di bawah 50 kg,” kata Dadang.

Kendati ada kenaikan kedelai, kata Dadang, belum ada perajin yang gulung tikar. Akan tetapi, jika kondisi seperti ini bertahan lama maka tidak menutup kemungkinan banyak yang bangkrut. “Dari sekitar 500 perajin tahu tempe yang ada di Sukabumi tidak punya pekerjaan atau usaha lain. Makanya mereka lebih memilih untuk tetap memproduksi tapi tidak sebanyak saat kondisi harga kedelai impor hanya Rp7 ribu/kg,” ungkapnya.

Masalah kedelai, menurut Dadang merupakan hal klasik. Hampir setiap tahun terjadi di Indonesia karena ketergantungan terhadap kedelai asal Amerika Serikat tersebut. (sule)