Wednesday, 24 July 2019

Ratusan Becak Seliwiran di Jakarta Utara

Selasa, 3 September 2013 — 7:34 WIB
seliwiran39

TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Meski dilarang, ratusan becak masih berkeliaran di kawasan Jakarta Utara. Tanpa takut kena razia, tukang becak menawarkan jasanya untuk mengantar penumpang.

Pemandangan inilah yang terlihat di berbagai sudut wilayah Tanjung Priok, Pademangan, dan Koja. Hampir di setiap gang, tukang becak memarkirkan becaknya, sambil menunggu penumpang. Padahal Perda Tibum melarang becak beroperasi di Jakarta karena dianggap mengganggu lalulintas.

Ahmad, 41, tukang becak yang biasa mangkal di Jalan Bugis, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengaku hanya pekerjaan itulah yang bisa dilakukan untuk menafkahi keluarganya. “Ya mau cari uang gimana lagi, cuma ini yang bisa kami kerjakan,” katanya.

Dengan pendapatan sekitar Rp30 ribu perharinya, pekerjaan itu terus dilakukan pria tersebut dalam tiga tahun belakangan. “Mau jadi tukang ojek nggak punya modal buat bayar uang muka, mendingan narik becak saja,” uturnya.

Main kucing-kucingan dengan oetugas pun kerap dilakoninya setiap hari untuk menyelamatkan mata pencahariannya selama ini. Bila Satpol PP datang, langkah “kaki seribu” pun dilakukan. “Ya pintar-pintar kita saja, kalau sudah ada razia yang penting langsung kabur masuk ke dalam gang,” ungkapnya.

BARU 86 BECAK DIAMANKAN

Menanggapi hal tersebut, Kasatpol PP Jakarta Utara, Partono mengaku pihaknya terus merazia untuk membersihkan becak. Namun sesuai instruksi, ungkapnya, penertiban becak hanya dilakukan di jalan protokol. “Kalau yang didalam gang, memang masih dibiarkan,” ungkapnya.

Partono menyebutkan selama ia menjabat Kasatpol PP sudah 86 becak yang dijaring. (ifand/st/o)

Becak dirazia