Thursday, 20 September 2018

Guru Dipersilakan Sobek Buku Yang Menuai Kritik

Rabu, 4 September 2013 — 6:23 WIB
sobekaja49

JAKARTA (Pos Kota)- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mempersilakan guru menyobek lembaran lampiran pada buku teks pelajaran Bahasa Indonesia SMP kelas VII kurikulum 2013. Buku yang tengah menuai kritikan akibat adanya cerpen yang menggunakan kata-kata kasar, baru akan direvisi untuk penerbitan yang akan datang.

”Untuk buku yang sudah beredar, teks yang ada kata kasarnya, guru silakan menyobeknya. Itu hanya lampiran yang sifatnya boleh ada boleh tidak,” kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud M Mahsun, Selasa (3/9).

Menurut Mahsun lampiran berupa cerpen yang terdiri atas 5 halaman tersebut sesungguhnya tidak ada hubungannya secara substantive dengan materi pelajaran di dalamnya.“Itu hanya bersifat pengayaan bacaan dengan semangat untuk memperkaya pemahaman siswa terhadap sastra,” tambahnya.

Hal yang menarik dari cerpen yang diambil dati kumpulan cerpen Gerhana tersebut sebenarnya penulis ingin menunjukkan tentang keberagaman bahasa. Makanya, memberikan lampiran berupa cerpen. Karya cerpen yang dijadikan lampiran dalam buku Bahasa Indonesia tersebut ingin mengangkat realitas di masyarakat. Bahwa pada kenyataannya di tengah masyarakat memang ada yang berbahasa kasar. “Ini sebenarnya menjadi tugas guru untuk menjelaskan pada siswa agar berbahasa dengan baik,” jelas Mahsun.

Ia menolak dikatakan terburu-buru menyusun buku teks pelajaran bahasa Indonesia kelas VII. Sebab dalam proses penyusunan buku tim memiliki waktu rentang dan jadwal yang jelas.

Kemendikbud sendiri dikatakan Mahsun sejak awal peluncuran buku sudah membentuk tim monitoring. Jadi, kritikan tersebut merupakan bagian dari persoalan yang akan dijadikan dasar untuk merevisi buku tersebut. ”Kami sudah memiliki catatan ini yang akan jadikan dasar dalam melakukan revisi,” pungkasnya. (inung)