Jumat, 6 September 2013 16:16:52 WIB

Sindikat Uang Palsu Digulung di Lampung

Upal
LAMPUNG (Pos Kota) – Anggota Reserse Kriminal Polres Lampung Tengah menggerebek tempat pembuatan uang palsu (Upal) di Desa Kali Dadi, Kecamatan Kali Rejo, Kabupaten Lampung Tengah.
Dua tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres Lampung Tengah, Kamis (6/9) sekitar pukul 19.30 WIB.
Dua tersangka pembuat dan pengedar upal yang ditangkap yakni, Fauzi ,35, dan Mahsuni Hasan, 45, keduanya warga Desa Kali Dadi, Kecamatan Kali Rejo, Kabupaten Lampung Tengah. Sedangkan satu tersangka lagi bernama, Dikun ,37, (DPO) masih diburu polisi.
Menurut pengakuan tersangka Fauji dan Mahsuni, mereka telah membuat dan mengedarkan upal pecahan Rp 100 ribu, sebanyak 200 lembar, bernilai Rp. 20 juta. Upal tersebut telah mereka gunakan untuk membeli motor Jenis Honda Beat dan membelanjakanya ke warung-warung kecil  di Desa Kali Dadi, Kecamatan Kali Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, dan di dua Pekon yang berada di wilayah Kabupaten Pringsewu yakni,  Pekon Purwo Sari , Kecamatan Padang Ratu, dan Pekon Jati Agung, Kecamatan Ambarawa.
Kabid Humas Polda Lampung, AKBP. Sulistyaningsih mengatakan, berdasarkan terungkapnya kasus upal ini bermula dari laporan masyarakat sekitar yang resah karena maraknya peredaran upal di Desa Kali Dadi, Kecamatan Kali Rejo, Kabupaten Lampung Tengah.

Diungkapkan, untuk membongkar kasus tersebut, petugas berbaur dengan masyarakat dan mencari keterangan dari warga yang telah menjadi korban, dan siapa saja tersangkanya, smpai anggota berhasil mengidentifikasi tersangka dan langsung melakukan pengintaian di kediamannya lalu melakukan penggerebekan.

Di TKP anggota menyergap dua tersangka berikut barang bukti berupa, upal pecahan Rp.100 ribu sebanyak 50 lembar, satu unit motor jenis Honda Beat warna putih tanpa plat, satu unit monitor merk Traq, satu unit CPU merk Traq, satu buah Priter merk Epson, dan satu unit Scener merk Canon Pixma.

Kedua tersangka bakal dijerat pasal 244 sub pasal 245 tentang pembuatan dan peredaran uang palsu dengan ancaman hukaman selama 15 tahun penjara (Koesma/d)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.