Thursday, 30 March 2017

Indonesia Penderita Hepatitis Terbesar ke Dua

Minggu, 8 September 2013 — 18:29 WIB
Menkes-Hepatitis-n

JAKARTA (Pos Kota) – Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita hepatitis terbesar nomor 2 diantara negara-negara SEARO.

Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar 2007 menyebutkan 9 dari 100 orang Indonesia terinfeksi hepatitis B.

“Cakupan yang rendah terhadap vaksin hepatitis B membuat jumlah orang terinfeksi virus hepatitis di Indonesia cukup besar,” papar Menkes Nafsiah Mboi, pada peringatan Hari Hepatitis Sedunia ke-4 di silang Monas, Minggu (8/9).

Dikatakan Menkes selain hepatitis B, dunia kedokteran mengenal adanya hepatitis A, C, D dan E. Dari 5 jenis hepatitis tersebut yang paling banyak dan berpengaruh terhadap morbiditas, mortalitas serta ekonomi yaitu virus hepatitis A, B dan C.

Menkes menjelaskan ada dua cara penularan virus hepatitis. Pertama virus yang ditularkan secara fekal-oral yaitu virus hepatitis A, E yang sering muncul sebagai kejadian luar biasa (KLB). Untuk hepatitis jenis ini, penderita bisa disembuhkan.

“Pencegahannya bisa dilakukan dengan perilaku hidup sehat dan bersih,” lanjut Menkes.
Kedua adalah virus yang ditularkan secara parenteral yaitu B, C dan D. Dimana hepatitis B dan C dapat menjadi kronis dan menyebabkan kanker hati.

Sedang hepatitis D akan mengenai mereka yang menderita hepatitis B.

Menurut data WHO, pada 2012 virus hepatitis B telah menginfeksi 2 miliar penduduk dunia, lebih dari 350 juta orang diantaranya merupakan pengidap virus hepatitis B kronis, 150 juta penderita hepatitis C kronis.

Dari jumlah tersebut 350 juta diantaranya meninggal karena hepatitis C setiap tahunnya, sekitar 850 ribu hingga 1 juta penduduk dunia meninggal karena infeksi hepatitis B dan C.

Menyadari bahwa virus hepatitis merupakan penyakit yang mempunyai dampak terhadap kesehatan masyarakat secara serius dan diderita Menkes mengajak agar semua pihak peduli dan memberikan dukungan nyata dalam penanggulangan hepatitis.

Keberhasilan pengendalian virus hepatitis sangat ditentukan oleh dukungan semua pihak termasuk jajaran lintas sektor pemerintah pusat dan daerah, organisasi profesi kemasyarakatan serta dukungan seluruh lapisan masyarakat. (Inung/d)