Monday, 19 November 2018

Kejaksaan Agung Sikapi Putusan MA Bebaskan Koruptor

Senin, 9 September 2013 — 6:26 WIB
krkbebas99

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung dipastikan segera menyikapi putusan Mahkamah Agung, yang mengabulkan peninjauan kembali (PK) koruptor buron Sudjiono Timan terkait perkara korupsi yang merugikan negara Rp369 miliar.

“Tentu, akan disikapi,” kata Jaksa Agung Basrief Arief menjawab tentang sikap Kejaksaan Agung sehubungan putusan PK Sudjiono Timan yang diduga “bermasalah” di Kejaksaan agung, hari ini.

Namun ketika dikejar tentang sikap yang akan diambil, dia dengan penuh percaya diri meminta wartawan bersabar. “Nanti kita lihat saja,” lanjut pria asal Palembang merujuk kepada pemeriksaan oleh Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY.

“Begini saja, saya tidak mau mencampuri masalah putusan. Sudah diputuskan oleh MA. Masalah prosedur,  ada badan yang melakukan itu, yakni Bawas (Badan Pengawas) MA dan KY. Mereka yang tentukan terjadi kesalahan prosedur atau tidak.”

MEMAKAN WAKTU LAMA

Oleh karena itu pula, Basrief Arief menolak untuk mengajukan  gugatan perdata terhadap mantan Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Sudjiono Timan, dengan alasan repot dan memakan waktu yang lama.

Pengamat hukum Yenti Garnasih juga tidak sependapat, apabila Kejaksaan Agung harus mengajukan gugatan perdata, karena memakan waktu tahunan dan bisa jadi puluhan tahun. “Sangat melelahkan dan belum tentu dimenangkan.”

Dalam putusan PK Sudjiono Timan, 31 Juli 2013 yang diketuai hakim agung Suhadi, dengan anggota Andi Samsan Nganro, Abdul Latief, Marthabaya dan Sri Murwahyuni, menyatakan telah terjadi tindak pidana, namun bukan korupsi.

Putusan itu sekaligus menganulir putusan kasasi MA, 3 Desember 2004 yang diketuai Bagir Manan (Ketua MA saat itu) yang menghukum terpidana selama 15 tahun dan membayar uang pengganti Rp369 miliar, tapi 7 Desember 2004 dia keburu ngacir. (ahi/d)