Wednesday, 17 July 2019

Tahu-Tempe Hilang Dari Pasaran

Senin, 9 September 2013 — 13:40 WIB
bogtem99

BOGOR (Pos Kota) – Akibat mogok massal pengrajin dan pedagang, tahu dan tempe hilang di pasar. Mereka mengancam mogok tiga hari kedepan. Aksi tersebut dilatarbelakangin harga kedelai yang tidak kunjung turun dalam satu bulan terakhir.

Hilangnya tahu-tempe terjadi di Pasar Anyar, Kota Bogor, Senin (09/09). Subhari 36, petugas keamanan pasar mengatakan, beberpa pedagang tahu-tempe tidak berjualan mulai Senin hingga Rabu besok. “Sepengetahuan saya, ada surat pemberitahuan kepada pedagang untuk tidak berjualan selam 3 hari,” katanya.

Surat pemberitahuan yang ia baca berisi perintah, agar pedagang tidak berjualan.
Ajakan menyisir (sweeping) pedagang yang tetap berjualan dan berunjuk rasa sebagai bentuk agar harga kedalai turun.

Subhari sendiri mengatakan ada sekitar puluhan pedagang tahu-tempe di Pasar Anyar yang dipastikan tidak akan berjualan.

Bahkan ada beberapa pedagang tahu-tempe beralih profesi menjadi pegadang lain atau kerja serabutan. “Hari ini tidak ada penyisiran kepada pedagang tahu-tempe, mungkin karena pedagang di sini (Pasar Anyar) kompak,”paparnya.

Ketua Primer Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Kota Bogor, Muchtar Sathrie, mengatakan mogok produksi merupakan keinginan pengrajin dan pedagang.
Pada dasarnya pedagang sendiri mengerti konsekuensi mogok tiga hari ini dan aksi dilakukan dengan mengedepankan rasa solidaritas dan menghindari tindakan anarkis.

”Yang tetap berjualan atau berdagang pasti ada, akan kami ajak bicara baik-baik. Ini kan aksi solidaritas se-Indonesia,”kata Muchtar.

Ia menegaskan desakan Primkopti masih sama, meminta pemerintah menstabilkan harga kedelai. Harga kedelai yang sudah mencapai Rp 9.500 dinilainya sudah keterlaluan mahal.

“Saya sendiri berharap agar pemerintah bertindak cepat dan segera merealisasikannya,”ujarnya. (yopi)