Sunday, 18 August 2019

Tahu-Tempe Tidak Ada Pedagang Gorengan Merana

Senin, 9 September 2013 — 21:51 WIB
pereng

BOGOR (Pos Kota) – Mogok massal perajin tahu dan tempe selama tiga hari sejak Senin (9/8) mengancam keberlangsungan usaha penjual gorengam dan pemilik warteg atau warung makan. Mereka mengaku sengaja tidak berjualan dulu, sebab kedua bahan makanan itu favorit dagangannya.

Pedangan gorengan yang biasa mangkal di sejumah minimarket di sepanjang Jl. Raya Sukahati, Kecamatan Cibinong misalnya memilih tidak berdagang. “Gorengan yang paling laku tempe dan tahu. Kalau kedua bahan itu tidak ada, percuma berdagang. Penghasilan pasti turun. Lebih baik saya tutup dulu, sampai produksi tahu tempe lancar,” ujar Abul, pedagang gorengan, Senin.

Sebelumnya dia dan pedagang lainnya mengaku sudah mendengar rencana mogok pengrajin tahu tempe. Kendati bakal ikut susah, Abul tidak bisa berbuat apa-apa. Kepasrahan juga dilontarkan Warni, pemilik warteg berharap pemerintah turun tangan mengatasi harga kedelai. “Jika harga kedelai murah, tahu dan tempe kembali dijual di pasar. Sejak Minggu malam, kedua bahan menu masakan saya itu tidak ada lagi di pasar,” katanya.

Sejumlah pedagang, mengaku tahu tempe kini hilang di pasar, seperti di Pasar Cibinong. “Sebelum mogok, stock tahu tempe sudah diborong pelanggan, sehingga hari ini (Senin-red) tidak ada lagi tahu dan tempe,:” kata Yanto, pedagang tempe.

Perajin tahu tempe menyatakan akan menyetop produksinya pada 9-11 September. Aksi tersebut menyebabkan menipisnya pasokan tahu tempe di pasaran. “Sebagai bentuk solidaritas, kita sepakat tak produksi dulu,” ujar Hartanto, perajin tahu tempe Kampung Cipayung RT 03/02, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong.

Pihaknya tidak akan menimbun atau melakukan produksi dalam jumlah banyak. Sebab, setiap perajin dan pengusaha tahu tempe sudah diberi batasan dalam jumlah produksi maupun mendapatkan bahan baku. “Misalnya satu hari dijual satu kuintal, maka harus perajin harus mengikutinya, tidak boleh melanggar,” terangnya. (iwan)

Pedagang goreng tempe