Selasa, 10 September 2013 22:15:27 WIB

Bus APTB Cielungsi – Blok M Diprotes Awak Angkot

Bus APTB

BOGOR (Pos Kota) – Setelah ratusan  sopir  dan pemilik angkot di Teminal Bubulak menolak pengoperasian Bus APTB Bogor-Blok M, kini giliran awak angkot  Cileungsi-UKI keberatan   diluncurkannya Bus APTB Cileungsi-Blok-M.

Mereka beranggapan sama lajunya APTB itu akan menurunkan pendapatannya. Para sopir dan pemilik angkot ini mendesak DLLAJ Kabupaten Bogor  membatalkan pengoperasian Bus APTB ini.

“Jika diizinkan bus APTB beroperasi sudah pasti  mengancam keberadaan trayek angkot kami. Artinya akan mematikan pendapatan kami,” ujar Hendra, sopir angkot K-56 trayek Clieungsi-UKI, Selasa.

Menurutnya, sejak 29 Agustus lalu, bus ini sudah  uji coba pengoperasian Bus APTB Cileungsi-BlokM dengan mengerahkan 10 armada. “Hampir dua pekan ini pendapatan kami berkurang. Penumpang lebih memilih APTB ini  karena langsung terintegrasi dengan bus way,” ujarnya.

Sebelumnya  diberitakan (Pos Kota,9/9) sejumlah sopir angkot yang biasa mangkal di Terminal Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, menentang diluncurkan Bus APTB Bogor-Blok M. Penolakan ini membuat DLLAJ Kota Bogor belum mengeluarkan izin beroperasinya  bus trayek ini.

Sedangkan sopir lainnya mengaku, jika DLLAJ Kabupaten Bogor tetap mengizinkan beroperasinya bus ini, pihaknya minta APBT  ini tidak transit di UKI, tapi langsung ke  Tol Jagorawi lewat pitu Tol  Cibubur-Semanggi-Blok M.  “Saat ini bus itu  masuk Tol Jagarawi lalu keluar di pintu Tol UKI,” jelasnya.

Permintaan mereka ini sama dengan trayek Bus Mayasari Bhakti Cileungsi-Blok M. “Mayasari tidak transit di UKI, sedangkan trayek kami Cielungsi-UKI,” ujarnya.

SANGAT MEMBANTU

Sebaliknya sejumlah penumpang  setuju dengan adanya bus APTB ini. “Keberadaan bus taryek ini sangat membantu. Perjalanan ke kantor relatif lebih singkat dan murah  dengan tarif Rp 12.000,” ujar Anwar warga Perumahan Bumi Damai, Cileungsi.

Kepala DLLAJ Kabupaten Bogor Soebiantoro, mengatakan pengoperasian bus ini baru tahap  uji coba. Tujuannya pengoperasiannya mengatasi masalah kemacetan di Jakarta.

“Saat ini sekitar 10.000 warga Cileungsi. Gunung Putri, Jonggol dan sekitarnya setiap harinya melakukan aktivitas di Jakarta. Sebab itu kita setuju  diluncurkannya bus ini yang rencananya akan mengoperasikan 25 armada,” katanya.

Soal penolakan  sopir dan pemilik angkot K-65, dia mengaku   sudah menerima laporannya, “Rencananya dalam pekan ini kita akan berembuk. Kita berharap mereka akan mengerti,” katanya. (iwan/d)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.