Thursday, 23 May 2019

Disiapkan Rp 500 Miliar Untuk Kredit UKM

Selasa, 10 September 2013 — 8:27 WIB
ilustrasi

ilustrasi

KEMENTERIAN Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) tahun ini menyiapkan dana kredit UKM bagi pelaku industri usaha rakyat senilai Rp500 miliar.

Dana tersebut diharapkan bisa menjadi pemancing tumbuhnya pelaku usaha rakyat yang saat ini berjumlah 9 juta nasabah. “Kita berharap para pelaku usaha kecil bisa memanfaatkan dana pinjaman tersebut,” papar Menkop dan UKM, Syarifuddin Hasan di sela Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Nusa Dua Bali, kemarin.

Para pelaku industri rakyat tersebut termasuk di dalamnya kaum perempuan yang saat ini sudah banyak bergerak sebagai pengusaha. Ini merupakan program pemerintah yang dijamin pemerintah. “Dana kredit di bawah Rp20 juta diberikan tanpa agunan dan bank yang kita tunjuk tidak akan mempersulit urusan nasabah,” janjinya.

Menurut Syarifudin, APEC merupakan ajang yang sangat tepat bagi pelaku usaha industri rakyat. Di mana sebagian besar pelakunya sekitar 60 persen adalah perempuan untuk berbagi pengalaman dan membangun jaringan informasi komunikasi. Karena pada ajang APEC, banyak CEO perusahaan nasional maupun internasional yang berkumpul di arena APEC.

ULET DAN DISIPLIN

Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA) Linda Amaliasari, perempuan selain ulet dalam bidang usaha juga disiplin dalam pengembalian dana kredit. Karena itu wajar jika pemerintah memberi kemudahan untuk mendapat kredit usaha.

“Tentunya di samping kredit, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM juga memberikan pelatihan, pendampingan dan fasilitas membuka pasar,” ujarnya.

Hasil survei Kementerian PP & LA:

o. 73 Persen Industri Rumahan (IR) dilakukan tenaga kerja perempuan, 36 persen di antaranya lulusan SD dan 8 persen tidak sekolah.

o. Lebih dari 55 persen IR berada di pedesaan, terdiri:
– Produk pangan (76%)
– Kerajinan tangan (8%)
– Konveksi (5%).

o. IR tingkat sederhana yang merupakan 58% dari semua IR mempekerjakan 1-3 orang dengan tingkat kelangsungan yang masih rendah (3-6 bulan).

o. Pendapatan rata-rata tenaga kerja Rp30.000–Rp50.000 per hari.

o. Wirausaha perempuan pendapatannya Rp2 juta-Rp3 juta per bulan. Jumlah ini sejalan dengan harapan para PRT-TKI. (inung/ak/o)