Thursday, 23 May 2019

Forum Rektor Adakan Konvensi Capres

Selasa, 10 September 2013 — 17:51 WIB
capres1

JAKARTA (Pos Kota)- Forum Rektor Indonesia (FRI) berencana menggelar konvensi untuk mencari calon presiden yang sesuai dengan keinginan rakyat. Konvensi yang rencana digelar sekitar November 2013 merupakan hasil kerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Konvensi yang kami gelar nantinya benar-benar independent. Siapapun bisa mengikutinya,” kata Ketua FRI Laode Kamaludin disela pertemuan FRI yang berlangsung dikampus Uhamka, Pasar Rebo, Jaktim, Selasa (10/9).

Menurut Laode, konvensi capres yang saat ini muncul sesungguhnya sangat membingungkan rakyat. Karena tokoh-tokoh yang disodorkan banyak yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Dengan melibatkan 3.200 kampus yang ada di Indonesia, Laode yakin capres hasil konvensi FRI akan jauh lebih kredibel dan mencerminkan keinginan rakyat. Termasuk memiliki visi dan misi membangun negara yang lebih jelas.

Laode mengingatkan bahwa tokoh-tokoh yang muncul pada konvensi capres saat ini sebagian besar menggunakan dasar hasil poling lembaga survey. Padahal poling lembaga survey yang menggunakan system elektabilitas dan popularitas tak menjamin capres yang dihasilkan memenuhi kriteria pemimpin negara yang diinginkan masyarakat.

Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi seseorang yang ingin mengikuti konvensi versi FRI dan KPU antara lain memiliki jejak kepemimpinan yang baik di organisasi, perusahaan maupun lembaga lainnya, tidak terlibat kasus korupsi dan nepotisme, berani dan tegas serta adil, memiliki visi dan misi masa depan negara yang jelas, mampu berdiri diatas semu golongan, mampu mensejajarkan negara Indonesia dengan negara lain dan sebagainya.

Hasil konvensi capres versi FRI ini nantinya akan ditawarkan ke partai politik untuk dijadikan calon unggulan dalam pemilu 2014 yang akan dating.

Laode berharap dengan munculnya tokoh yang sesuai harapan, maka semangat dan partisipasi masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi akan meningkat. “Saat ini prosentase masyarakat yang golput jauh lebih tinggi dari pemilih. Itu terjadi pada pemilukada disejumlah daerah,” pungkas Laode. (inung)

  • bawono

    Bosen Pak…., boseeeeeen….., yang itu lagi yang itu lagi.
    300 juta masa gak nemu yang pass..! ya….?
    Banyak hal yang harus dipenuhi, bukan Intelek doang Lo Pak..,
    Tokoh Politik itu ya harus mampu Opo opo digali dititik titik. Artinya : Segala aspek kehidupan harus digali dengan benar sehingga ketemu sumbernya untuk mengangkat harkat dan martabat kehidupan bangsa dan tanah air.
    Dititik titik jangan sampai ada yang ketinggalan dari Aspek Ipoleksos budaghankam dikdilmurta girurari.
    Opo iku wisss.., mbuh.!!
    Idiologi harus mantap. Politik harus sehat, Ekonomi harus mapan. Sosial harus bisa dirasakan dengan nyaman. Kebudayaan terjaga dan termajukan. Agama bertoleransi tinggi. Pertahanan Negara kuat sentosa. Keamanan dalam dan luar harus terjamin. Pendidikan harus bisa sejajar atau lebih maju dari negeri laen. Keadilan dan kemakmuran kekayaan negeri harus merata bagi seluruh rakyat Indonesai. Wiisss, lah NKRI gemah ripah loh jinawi.