Sunday, 25 August 2019

Ngobrol Dengan Teman SMP Tamu Diperas Rp360 Juta

Selasa, 10 September 2013 — 10:55 WIB
nah-sub

NGOBROL dengan istri orang memang suka timbulkan fitnah. Beginilah nasib Adek, 40, dari Medan. Asyik ngobrol dengan Ny. Ana, 40, teman di SMP dulu, eh….suami wanita itu menuduhnya berselingkuh. Adek dilaporkan polisi dan “diperes” Rp 360 juta jika mau menikahi Ana.

Orang Jawa Medan tentunya paham nasihat orangtua yang berbunyi begini: sepat domba kali Oya, aja dolan wong wanita (jangan bermain dengan perempuan, hal sepele bikin berabe). Itu memang betul adanya, apa lagi bila bermainnya pakai tanda petik, pasti suaminya cemburu dan marah. Di banyak kejadian, pertumpahan darah terjadi hanya karena soal bermain-main dengan perempuan.

Agaknya Adek kurang memahami petatah petitih para orangtua semacam itu. Ketika ketemu Ana yang merupakan teman sekelas di Medan dulu, dorongan untuk bernostalgia dan mengenang masa lalu sangat kuat, meski dulu keduanya tak memiliki kejadian istimewa secara khusus. Bagi Adek, berkisah peristiwa 25 tahun lalu itu sangat indah dan menyenangkan.

Kebetulan pula, keduanya punya masalah yang sama, yakni sama-sama dalam posisi setengah ngglondang. Maksudnya, Adek dalam status duda, dan Ana sendiri sedang pisah rumah dengan suaminya. Masalahnya, sudah punya anak tiga tapi suaminya jarang memberi nafkah secara layak. Sampai-sampai Ana harus ngempani anak dengan menjadi tukang cuci di lingkungannya, Jl. Sederhana, Pasar VII Tembung, Kec. Percut Sei Tuan, Medan.

Mereka setiap ketemu sering menceritakan kondisi rumahtangga masing-masing. Namun demikian, selama ini tak pernah ada wacana Ana – Adek untuk berkoalisi menuju 2014. Jadi sekedar ngobrol-ngobrol saja. Ketika Adek curhat, Ana menjadi pendengar yang baik. Begitu juga ketika Ana berkeluh kesah, Adek mendengarkan penuh perhatian dan juga memberikan aneka nasihat.

Yang Adek lupa, meski Ana sudah pisah rumah dengan suaminya, tapi dia belum cerai sebagai suami istri. Karenanya, Samin, 45, jika kangen pada anak-anak, tiba-tiba muncul ke rumah. Dan pada kemunculannya beberapa hari lalu, dia sungguh kaget karena melihat istrinya asyik ngobrol di ruang tamu dengan lelaki asing. Dasar pendidikan hanya SD dan profesi tukang batu, meski tanpa bukti dia langsung saja menuduh tamunya telahj berselingkuh dengan istrinya.

Keduanya pun ribut malam itu sekitar pukul 21.00, sehingga menjadi perhatian Pak RT setempat. Meski Ana dan Adek sudah menjelaskan bahwa selama ini mereka tak pernah berbuat begituan kecuali hanya ngobrol sebagai teman di SMP, Samin tetap menuduh mereka berzina. Pak RT sudah berusaha mendamaikan, tapi lelaki tukang batu itu tetap keras kepala, sekeras semen yang telah membeku. Akhirnya Pak RT membawa persoalan tersebut ke Polsek Percut Sei Tuan.

Mereka dibawa naik minibis. Tapi selama dalam perjalanan, Samin terus mengintimidasi Adek, berkali-kali main kaplok sebagaimana layaknya tentara Jepang di tahun 1944. Bahkan Adek pun sempat diperasnya. Jika mau menikahi Ana, harus bayar ganti rugi Rp 360 juta. Rinciannya adalah: biaya hidup Ana sehari Rp 50.000,- selama setahun berarti 365 X Rp 50.000,- = Rp 1.800.000,- “Karena Ana sudah 20 tahun jadi istriku, jadi kamu harus ganti rugi aku Rp 360 juta,” kata Samin sambil main kalkulator.

Di Polsek Ana – Adek disuruh pulang kembali, untuk sekedar wajib lapor. Sebab saksi dan barang bukti tidak mendukung. Akan halnya tantangan “akuisi” Ana seharga Rp 360 juta, sama sekali Adek tidak tertarik. Di samping tak punya uang sebanyak itu, dia tak pernah berminat untuk mengambil istri Samin.

Jelek, atau nggak secantik Angelina Sondakh? (JPNN/Gunarso TS)

  • rengga.irawan.779

    dasar tukang batu urusan bini kaya beli semen sama pasir,,sangkain matreal ngkale….

  • Romeo

    sudah umur 40 tahun 360jt kemahalan min, gadis ting-2 aja paling mahal 10jt-an bisa jadi istri dan bisa pakai sepuasnya min…min…. ada-2 saja sampean.