Saturday, 17 August 2019

Baru Sebulan Diperbaiki, Jalan Rusak Lagi

Kamis, 12 September 2013 — 17:26 WIB
Akses jalan yang baik,  fasum yang bisa diberikan  developer. (ilustrasi/iwan)

Akses jalan yang baik, fasum yang bisa diberikan developer. (ilustrasi/iwan)

BOGOR (Pos Kota) –  Meski sudah diingatkan DPRD Kabupaten Bogor, setiap perbaikan dan pembangunan jalan harus memperhatikan drainase, namun peringatan ini selalu diabaikan pemborong dan Pemkab Bogor.

Buktinya,  perbaikan jalan Jalan Cibadak-Cisalada, di Kecamatan Cigombong yang dikerjakan CV. Dayeuh Indah Putra kini rusak dengan alasan tidak berfungsinya drainase.

Perbaikan jalan sepanjang 3,2 Km dengan menelan APBD  Rp 1.787 miliar itu baru  sekitar sebulan ini selesai dikerjakan. Namun, kini kembali rusak dan penuh lubang.

“Saya heran baru selesai dikerjakan awal Agustus lalu, tapi jalan  sudah berlubang dan aspalnya terkelupas,” ujar Wawan, warga RT.003/09 Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kamis.

“Percuma diperbaiki! Buang-buang duit rakyat,” umpat Farhan, warga lainnya. Menurutnya sejak tiga tahun jalan tesebut rusak dan warga lewat Musrenbang beberapakali mengusulkan diperbaiki.

“Semula kita senang jalan bakal mulus lagi, tapi sudah rusak,” tandasnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Wilayah II, Asep Suryana mengatakan pengerjaan perbaikan jalan ini  sudah tuntas dikerjakan pemborong.

“Soal kerusakan disebabkan meluapnya air ke jalan akibat tersumbatnya drainase. Selian itu disebabkan truk  air curah  melebihi kapasitas yang saban hari melindasinya menambah kerusakan,” katanya.

Artinya selama pengerjaan UPT tidak mengawasinya, terbukti  drainase tidak diperhatikan? Dia menolak tudingan ini dan disalahkan.

Menurutnya, dranise di sekitar jalan itu  lebaranya hanya  setengah meter tak cukup menampung aliran air saat hujan deras sehingga meluap ke badan jalan.

“Idealnya drainase lebar 3 meter, tapi pemkab tak punya anggaran sebab harus membebaskan lahan wraga,” katanya

Kalau sekarang jalan itu rusak lanjutnya, masih tanggung jawab pemborong sesuai kontrak kerja. “Selama enam bulan batas selesai pengerjaan, perawatan dan pemeliharaan masih menjadi tanggung jawab pemborong,” jelasnya.

Rusaknya  jalan yang baru diperbaki ini  membuat gemas  DPRD Kabupaten Bogor. Anggota Komis C, Wawan Haikal  mengaku jengkel dan bingung dengan sikap pemborong dan Pemkab.

Pasalnya, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan di setiap rapat  koordinasi dengan dinas terkait  membahas sejumlah persolan  proyek jalan, harus memperhatikan drainase.

“Kini mumcul lagi. Jalan baru diperbaki sudah rusak, alasanya drainasenya tidak ikut diperbaki,” katanya. Seharusnya, saat proyek jalan akan diperbaki, drainasenya juga  harus diperbaiki.

“Kita akan bahas lagi soal ini. Kali ini kita undang pula  pemborongnya,” katanya. (iwan/d)

Jalan Cibadak-Cisalada kembali rusak dengan aspalnya terkelupas. (iwan)

  • Mangap

    Sayang sekali kalau seperti itu. buang buang duit saja. meskipun sekarang masih tanggung jawab pemborong. tapi nanti juga nggak bakalan tahan lama.