Monday, 26 August 2019

Tiga Hari Menghilang Tahu-Tempe Laris Manis

Jumat, 13 September 2013 — 6:33 WIB
ilustempe

KEBAYORAN LAMA (Pos Kota) – Setelah tiga hari menghilang dari pasaran, pedagang tempe dan tahu kembali jualan dan diserbu pembeli khususnya kaum ibu rumah tangga dan pemilik warung tegal (warteg).

Di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan misalnya. Sejak pagi pembeli sudah memborong tahu dan tempe lantaran khawatir bakal mogok lagi.

“Keluarga saya penggemar berat tempe dan tahu, jadi kurang afdol jika tidak ada tahu ataupun tempe,” kata Mulyati, warga Kebayoran Lama.

Sejumlah pedagang tahu dan tempe mengaku kewalahan melayani pembeli pada hari pertama sejak mogok pada Senin (9/9) lalu.

“Saya juga heran tumben banget yang beli ramai padahal biasanya gak seperti ini,” kata Maman, pedagang tempe di Pasar Kebayoran Lama.

Meski baru kembali berjualan pasaran tempe maupun tahu tetap seperti sebelumnya. Tahu rata-rata Rp700 per potong dan tempe mulai Rp5.000 per papan ukuran sedang.

Pemilik warteg juga menyambut antusias dengan hadirnya tempe dan tahu. Hal ini lantaran makanan rakyat tersebut menjadi menu wajib bagi warteg yang diminati para pelanggan.

“Sebagai rumah makan bagi wong cilik, tempe dan tahu wajib hukumnya untuk mendongkrak pelanggan,” kata Sumiyati, pemilik warteg.

Selain digoreng pakai tepung, tempe maupun tahu sangat nikmat sebagai campuran sayuran ataupun lauk lainnya. Seperti untuk sayur lodeh, tumisan sawi putih hingga sambal balado tempe. (Rachmi)