Monday, 24 September 2018

DKI Ditipu Mafia Tanah

Senin, 16 September 2013 — 6:11 WIB
dkilus

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta menjadi korban penipuan mafia tanah. Uang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp35 miliar dibayarkan ke pihak yang salah.

Dana miliaran rupiah tersebut digunakan untuk membayarkan pembebasan lahan seluas 7.320 meter persegi untuk  pembangunan kupingan fly over (FO) Pramuka.

Hal ini terungkap dari penangkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap Tatang Sutarna, 58, beberapa waktu lalu. Warga  Kampung Babakan, Cijeruk, Bogor, Jawa Barat saat ini mendekam di LP Cipinang.

Penangkapan terhadap Tatang dilakukan atas laporan Ny. Masuroh, yang mengaku sebagai pemilik sah lahan tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap keabsahan surat-surat yang dimiliki kedua pihak dinyatakan telah terjadi pemalsuan terhadap surat yang dimiliki Tatang.

AHOK PERINTAHKAN PERIKSA ASET

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Wakil Gubernur Ahok mengaku telah mendengar laporan tersebut.  Ia memerintahkan jajarannya untuk melakukan pemeriksaan terhadap aset yang kini telah menjadi milik Pemprov DKI Jakarta.

Kejadian ini, kata Ahok,  menjadi bukti lemahnya kinerja Biro Hukum karena dengan mudah terkecoh. Tidak hanya itu,  ia pun akan memintai penjelasan Kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta sebagai pengguna anggaran tersebut. “Jelas ini memprihatinkan,” ujar Ahok, Minggu (15/9).

PROSES HUKUM

Terkait pengembalian uang yang telah dibayarkan ke Tatang, Ahok mengatakan nantinya akan diputuskan dalam pengadilan. Karena dalam hal ini, Pemprov DKI Jakarta merupakan korban. “Untuk urusan itu kita serahkan kepada proses hukum yang dilakukan kedua belah pihak,” ucapnya.

Untuk diketahui, meski telah beroperasi sejak Februari 2012, pembangunan kupingan FO Pramuka-Jalan Ahmad Yani sempat terhenti hampir sekitar enam  tahun.

Hal tersebut terjadi lantaran terjadi sengketa kepemilikan lahan. Saat itu Dinas PU DKI Jakarta menitipkan uang sebagai pengganti lahan sebesar Rp35 miliar kepada Pengadilan Jakarta Timur.

Lahan yang tepatnya di RT 012/09 Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, diperebutkan ahli waris Almarhum Amat yang mengaku pemilik sah tanah, dengan pihak yang mengaku pembeli, Ismail Bandi. Namun akhirnya uang itu dibayarkan kepada Tatang.

(guruh/sir)