Selasa, 17 September 2013 20:37:46 WIB

Pemotong Alat Vital Laporkan Aksi Perkosaan Korban

Pos Polisi

TANGERANG(Pos Kota) – Majelis hakim yang menyidangkan kasus pemotongan alat vital Pengadilan Negeri Tangerang akan memeriksa AM, remaja korban pemotongan alat vital yang dilakukanterdakwa Neneng, 20,  Selasa(17/9).

Sidang Potong Vital

Suasana sidang pemotongan alat vital di PN Tangerang – maryoto.

Menurut majelis hakim yang diketuai Bambang Edi, SH kesaksian korban AM sangat penting sehingga harus dihadirkan dalam sidang.

Jaksa Safrudin, SH yang mengajukan perkara potong alat vital dengan terdakwa NAP, 20,  sudah memanggil AM di kediamannya di daerah Pamulang,  Tangerang Selatan,  namun hingga pk 14.39 belum datang sehingga sidang lanjutan kasus potong alat vital molor.

Hal itu diungkapkan tim pembela Neneng terdiri 7 orang antara lain Sri Nurherwati, SH, Daniel P Silalahi, SH, Eka Purnamasari.

Pada intinya tim pengacara menyimpulkan dakwaan jaksa Evaliana, SH tidak menyebutkan secara lengkap identitas terdakwa tanggal lahir, umur, juga surat dakwaan jaksa tidak cermat, jelas dan lengkap dalam menyebutkan fakta dalam uraian dakwaan dalam menguraikan rangkaian peristiwa yang sesengguhnya.

Terdakwan, kata Daniel Silalahi, SH melakukan pemotongan alat vital dalam upaya membela diri akibat tindak perkosaan yang diduga dilakukan AM.

Berdasarkan UU No.7 tahun 1984 tentang pengesahan ratifikas konvensi penghapusan segala bentuk diskriminatif terhadap perempuan dalam pasal 2huruf C menegaskan perlindungan hukum bagi perempuan dan anak perlu dilakukan ditingkat pengadilan nasional dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

“Dalam persidangan ini wajib meperhatikan kebutuhan,situasi dan kondisi terdakwa sebagai korban perkosaan, ” katanya.

Menurut Daniel, terdakwa sebagai santriwati di satu pondok pesantren tak pernah bergaul di luar, ketika dinodai menjadi kecewa dan malu. “Dia memotong kemaluan Abdul Muhyi pada saat akan dinodai kedua kalinya, ” jelas Daniel. P Silalahi,SH.

LAPOR PERKOSAAN KE POLRES DEPOK

Sementara itu usai sidang penasihat hukum menjelaskan kliennya NAP sudah melaporkan kasus perkosaan yang dilakukan AM,  korban potong alat vital ke Polres Depok.

“Klien saya memotong alat vital karena malu sudah diperkosa,”jelasnya. Ditambahkan, perkosaan terhadap Neneng, dilakukan pelaku di gang sempit di daerah Sawangan.

“Perkosaan dilakukan hampir tiga kali tapi yang kedua dan ketiga gagal, karena di tempat ibadah, “jelasnya lagi, seraya berharap Polres Depok segera memeriksa laporan kliennya. (Maryoto/d)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.