Sunday, 18 November 2018

Hentikan Letusan Gunung Sinabung, Warga Karo Gelar Ritual

Rabu, 18 September 2013 — 22:25 WIB
Gunung Sinabung-n

MEDAN (Pos Kota) – Diyakini dapat menghentikan letusan Gunung Sinabung, ratusan warga yang berdomisili di Desa Guru Kinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, menggelar ritual, Rabu (18/9).

“Upacara ini untuk menghindarkan kita dari bencana,” kata Kepala Desa Guru Kinayan, Arifin Sembiring, kepada wartawan.

Menurut dia, ritual yang dilakukan merupakan ritual kuno yang diyakini masyarakat Karo mampu meredam “amarah” gunung Sinabung. Sebab mereka yakin, letusan yang terjadi merupakan bentuk kemarahan leluhur mereka atas hal-hal jahat yang dilakukan manusia.

Ritual ini mereka sebut dengan Encibelin Nini Lau Pirik atau memberikan persembahan kepada roh-roh yang diyakini bermukim di sekitar Tapin (mata air desa).

“Sebenarnya sebelum meletus sudah ada rencana kian, tapi baru sekarang bisa dilakukan,” ujarnya.

Ritual yang sama pernah dilakukan warga karo saat letusan Sinabung tahun 2010 lalu. Ritual ini diikuti hampir seluruh warga dari desa diseputar Gunung Sinabung.

GANGGUAN PENGLIATAN

Hari ke tiga pasca erupsi gunung Sinabung, seratusan pengungsi mengalami gangguan penglihatan. Staf Humas Posko Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung Sep Tarigan, mengatakan sejak Gunung Sinabung meletus sudah 100 orang warga pengungsi yang mengalami gangguan penglihatan.

Namun penyakit tersebut tidak fatal, karena hanya iritasi ringan akibat debu yang terbawa angin. “Memang banyak warga pengungsi yang kena iritasi mata, tapi tidak membahayakan hanya gejala ringan,” ujarnya.

Begitu juga akibat erupsi Gunung Sinabung memaksa 22 sekolah diliburkan. Sekolah-sekolah yang diliburkan berada di daerah rawan bencana.

Humas Pemkab Karo, Jhonson Tarigan, mengatakan dari pada berisiko terpaksa sekolah-sekolah yang masuk dalam radius 3 kilometer diliburkan.

Jhonson juga mengatakan, saat ini pihaknya masih mendata para siswa yang ada di kawasan pengungsian. Agar kedepannya dicarikan solusi tepat, guna mengejar ketertinggalan kegiatan belajar mengajar.

PENGUNGSI

Pasca meletusnya Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tercatat jumlah warga yang mengungsi mencapao 12.950 jiwa. Para pengungsi tersebar di 24 titik penampungan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran persnya mengatakan jumlah pengungsi ini lebih besar daripada jumlah pengungsi saat erupsi Agustus-September 2010 yang letusannya lebih besar dibanding letusan saat ini.

Menurut dia, banyaknya jumlah pengungsi ini disebabkan desa-desa yang di luar radius tiga km, yang sebenarnya aman sesuai rekomendasi PVMBG Badan Geologi juga ikut mengungsi.

“Hanya desa Sukameriah yang harus dikosongkan karena posisinya berada kurang dari radius tiga km dan terletak di bawah bukaan kawah Sinabung sehingga rawan luncuran awan panas dan lava,”terangnya. (samosir/d)