Monday, 19 August 2019

Kemarau Justru Membuat Petani Jadi Jutawan

Selasa, 24 September 2013 — 8:46 WIB
petani-semangka

INDRAMAYU (Pos Kota) – Jutawan baru, tak lama lagi bakal disandang petani di Kecamatan Trisi, Kabupaten, Indramayu, Jabar yang pada saat musim kemarau yang kering ini menanam buah semangka.

Ratusan hektar sawah di Kecamatan Trisi, sehabis ditanami padi dua kali, pada musim kemarau ini ditanami semangka.Tak pelak, pemandangan sawah yang semula terlihat kering kerontang, kini berubah menjadi hijau royo-royo, karena tanaman semangka tumbuh subur dengan daun yang menghijau.

Salah seorang petani semangka, Warma, 42 dihubungi Pos Kota, Senin (23/9) mengemukakan, sekalipun saluran irigasi sawah sudah kering pada saat musim kemarau ini namun para petani yang menanam semangka tidak kehilangan akal mendapatkan air untuk keperluan tanaman semangka itu. Caranya kata dia yaitu dengan menyedot air tanah menggunakan mesin pompa.

Dikatakan, setiap satu hektar tanaman semangka membutuhkan biaya perawatan yang mencapai Rp13 juta. Hasil panen buah semangka rata-rata mencapai 20 ton setiap hektar. Jika harga buah semangka pada saat panen mencapai Rp1.000 per kilogram maka hasil panen buah semangka mencapai Rp20 juta.

Jika harga jual buah semangka pada saat panen mencapai Rp1.500 per kiloigram maka hasil panen semangka mencapai Rp30 juta.”Harga jual semangka itu memang berubah-ubah, hal itu sesuai harga pasar,” katanya.

Tanaman semangka memerlukan waktu pemeliharaan hingga masa panen selama 65 hari. Tapi terkadang para petani memanen buah semangka setelah berusia 75 hari.(taryani)

petani-semangkaTeks : Tanaman semangka di Indramayu