Thursday, 27 June 2019

LTE Dipidana, Iran Ancam Kurangi Investasinya di Indonesia

Rabu, 2 Oktober 2013 — 18:45 WIB
Gas Turbine LTE

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah Iran mengancam akan mengurangi investasinya dÍ Indonesia terkait kasus pemidanaan perusahaan Iran dalam proyek Life Time Extension (LTE) Gas Turbine 2. 1 dan 2. 2, Belawan, Medan.

Ancaman ini disampaikan Vice Chairman Kadin Komite Bilateral Iran Mohammad Bahalwan dalam keterangan pers soal rencana kedatangan Presiden iran Hassan Rouhani dan pemidanaan PT Mappna (perusahaan asal Iran)  dalam pembangun proyek LTE Gas Turbine 2. 1 da. 2. 2 di  Belawan, Medan.

“Kinerja Kejagung dalam menangani proyek GT 2. 1 dan 2. 2 sangat memprihatinkan, sebab proyek itu telah dikerjakan lebih cepat dan harga murah kok dipidanakan,” kata Bahalwan.

Menurut dia, bila kinerja Kejagung masih seperti itu, dikhawatirkan Pemerintah Iran akan bertindak secara nyata, dalam artian menarik investasinya. Padahal, negeri Mullah tersebut sangat potensial sebagai negeri pengekspor minyak terbesar kedua dunia, setelah Arab Saudi.

Ketua Kadin Komite Bilateral Iran Fadel Muhammad  berjanji akan mendesak Presiden Iran Hassan Rouhani, untuk menanyakan soal kepastain hukum dalam berinvetasi saat kunjungan ke Indonesia, awal November mendatang.

“Tentu, saya akan sampaikan,” ujar Fadel yang memimpin keterangan pers bersama di Menara Kadin.

NEGARA UNTUNG

Bahalwan menjelaskan proyek GT 2. 1 dikerjakan dengan biaya 36 juta dolar AS dan menghasilkan 145 MW. Padahal, targetnya 132 MW atau kelebihan 13 MW yang bisa memberi listrik kepada 15 ribu rumah tangga.

“Tadinya proyek itu akan dikerjakan oleh Siemens dengan harga 843 m, tapi PLN tolak sebab sudah menetapkan untuk proyek itu sebesar RP642 miliar. Siemens tolak dan ditender ulang. PT Mappna Indonesia sebagai pemenang.”

Namun anehnya, lanjut Bahalwan, “Negara diuntungkan, tapi perusahaan pengerja proyek GT 2. 1 dipidanakan.”

Dalam kasus ini telah ditetapkan lima tersangka dan semua dari unsur PLN dan konsorsium. (ahí/d)

  • mulawarman

    Wiiiis……wiiiis…..,
    kepriye iki…?
    wolak walike jaman.