Monday, 20 November 2017

DPRD Desak Jokowi Perbaiki Trotoar Jakarta Amburadul

Minggu, 6 Oktober 2013 — 9:56 WIB
wi

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta gagal mengelola sarana untuk pejalan kaki (trotoar). Selain kondisi buruk, dari panjang jalan 7000 kilometer cuma sekitar 20 persen memiliki trotoar yang sebagian besar juga rusak alias amburadul.

“Buruknya pengelolaan trotoar menjadi bukti cara berpikir pejabat pemprov yang hanya mementingkan pengguna motor dibandingkan pejalan kaki. Padahal, di kota besar negara lain, trotoar menjadi prioritas utama dibandingkan jalan raya,” kata Ahmad Syarifudin, aktivis Koaliasi Pejalan Kaki DKI Jakarta, Sabtu (5/10).

Ia merinci trotoar di Jakarta tercatat 1.400 kilometer, tetapi yang layak dilalui pejalan kaki cuma 280 kilometer saja. Sisanya dimanfaatkan tempat parkir, pedagang Kaki-5, pos polisi, dan lainnya. “Kalau disurvei, ibukota negara di dunia yang memiliki trotoar terburuk sudah pasti Jakarta,” ucapnya.

HARUS DIPERBAIKI
Ketua DPRD DKI Jakarta, H Ferial Sofyan, mendesak Gubernur Jokowi di masa mendatang lebih memperhatikan hak pejalan kaki. “Trotoar yang rusak harus diperbaiki, sehingga pejalan kaki nyaman,” ucapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Yonathan Pasodung, mengakui banyak trotoar yang rusak. Pengelolaan trotoar dan taman ada dibawah tiga instansi yakni Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Pekerjaan Umum, dan Kementerian Pekerjaan Umum. “Tidak semua yang dikelola pemprov, ada juga dielola pusat. Tapi yang jelas bila kewenangan kami, trotoar rusak segara diperbaiki,” katanya.

(john/st)

  • Mangap

    Paving block lama bisa dimanfaatkan atau dijual untuk tambah dana pembangunan