Thursday, 27 June 2019

Rp 130 Miliar Untuk Bangun 2000 Sumur Resapan

Senin, 7 Oktober 2013 — 6:45 WIB
resapanbair710

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 2.000 sumur resapan air dibangun di lima wilayah ibukota. Selain sebagai penekan risiko banjir, sarana ini juga berfungsi untuk menambah cadangan air tanah Jakarta.

Pembangunan resapan ini kebanyakan di pinggir jalan. Sehingga air yang biasa menggenangi hjalan bisa langsung masuk ke dalam lubang. Pengerjaan dimulai di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan dan di Jalan Raya Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta Selatan. Anggaran yang digelontorkan untuk membangun sumur resapan tersebut Rp130 miliar.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Energi, Andi Baso M, pembangunan sumur resapan sejak beberapa bulan lalu. Semua pekerjaan ditargetkan selesai akhir tahun ini. Seperti di Monas, Jalan Kebon Sirih, sisi selatan Istana Negara, dan daerah-daerah yang berpotensi sebabkan genangan air tinggi di jalan.

Berbeda dengan pembangunan gorong-gorong yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI, sumur resapan memang menjadi kewenangan Dinas Perindustrian dan Energi. Hal itu sesuai Perda nomor 10 Tahun 2008 tentang struktur organisasi perangkat pemerintah daerah.

“Dulu kan Dinas Pertambangan, kemudian ada reformasi birokrasi di DKI, dan tugasnya menjadi tugas kita,” ujar Andi Baso M yang dihubungi, Minggu (6/10).

Kendati demikian Andi mengaku tetap berkoordinasi dengan Dinas PU untuk menentukan lokasi yang perlu dibuat sumur resapan.

Secara terpisah, pengamat perkotaan, Nirwono Joga mengatakan, pembangunan sumur resapan merupakan langkah yang tepat. Pembangunan sarana ini bukan hanya genangan yang teratasi tapi juga untuk menambah debit air tanah yang terus berkurang akibat penurunan tanah. ”Mengkonversi air untuk mengendalikan banjir adalah langkah yang tepat. Bukan secepat-cepatnya membuang air ke laut,” ujarnya. (guruh/ak)

Teks : Sejumlah pekerja membuat sumur resapan di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, Minggu (6/10) .Ribuan lubang resapan biopori akan dibuat untuk mencegah bencana banjir di Jakarta dan mengatasi masalah kelangkaan air di Ibukota.(yogi)