Sunday, 15 September 2019

Lagi, Gagal Berangkat Haji, 32 Jamaah Terlantar di Hotel

Rabu, 9 Oktober 2013 — 22:46 WIB
Hotel Sultan

SENAYAN – Lagi,  calon jamaah haji terlantar di hotel bintang lima, dan tidak bisa menunaikan ibadah haji karena pihak penyelenggara tidak bisa memberangkatkan mereka.

Kali nasib nahas menimpa Komunitas Jalan Lurus (KJL) Tour. Para calon jamaah haji plus yang dibiarkan terlantar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat oleh pihak KJL Tour, seharusnya sudah diberangkatkan Selasa kemarin (8/10). Namun dibatalkan dengan alasan yang tidak jelas.

Sebanyak 32 jemaah calon haji dipastikan gagal berangkat dan kini telantar di Hotel Sultan, Jakarta.  Ke 32 jemaah calon haji ini sudah berada di Hotel Sultan sejak Senin (7/10).

Sesuai rencana, mereka dijanjikan akan diberangkatkan dari Hotel Sultan. Namun sampai Rabu (9/10) pagi, pihak Biro Haji dan Travel Komunita Jalan Lurus tidak juga memberangkatkan mereka.

Ke-32 jemaah calon haji yang terlantar ini berasal dari Jakarta, Solo, Makassar dan sejumlah daerah lainnya di Jakarta.

Padahal mereka sudah mengeluarkan biaya ONH Plus tiap orang berkisar Rp 70 juta – Rp 100 juta.  Pihak KJL Tour akan mengembalikan setoran setelah dipotong uang visa.

Menurut keterangan dari pemilik KJL Tour, Jaffar, hanya 10 orang yang bisa berangkat. Saat ditanyakan,  alasannya visa keberangkatan belum mendapat stempel dari pihak kedutaan.

Meski pihak Arab Saudi masih membuka penerimaan jamaah hingga pukul 00.00 waktu setempat malam ini, ia bersama 32 calon jamaah haji plus merasa persimis bisa berangkat.

Beberapa calon jamaah haji sempat mengkonfirmasi ke Kementerian Agama mengenai biro travel dan haji Komunitas Jalan Lurus ini. Namun pihak Kementerian Agama menyatakan biro haji dan travel KJL tidak terdaftar sebagai biro perjalanan haji resmi yang mendapat kuota haji dari Kementerian Agama. Jamaah menduga biro perjalanan hari ini ilegal.

Menurut Ibnu, mereka sudah berusaha menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan dengan menghubungi dua pimpinan biro haji dan travel KJL.  Namun pihak tour terus menghindar dan berdalih dengan banyak alasan.

Mewnurut rencana, pihak jemaah akan melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan biro haji dan travel KJL ke Mapolda Metro Jaya. Belum ada keterangan dari pihak Biro Perjalanan Haji KJL itu. (dms)