Wednesday, 18 September 2019

Dengan 20 Langkah Perbaikan

Kebun Binatang Ragunan Menuju Kelas Dunia

Kamis, 10 Oktober 2013 — 8:18 WIB
zoegate1010

JAKARTA (Pos Kot) – Ada 20 langkah sebagai upaya perbaikan Taman Margasatwa Ragunan (TMR) atau yang dkenal luas dengan Kebun Binatang Ragunan menjadi kebun binatang terbaik di dunia. Itu yang dihasilkan dalam diskusi publik betajuk ‘Menuju Masyarakat Ramah Satwa’ Rabu (9/10).

Menurut Ketua dewan Pengawas TMR, Hashim Djojohadikusumo, pengelolaan managemen yang baik, transparan, professional dan peran aktif masyarakat, menjadi kunci mewujudkan target tersebut.

“Peluang menjadi yang terbaik di dunia terbuka lebar. Mungkin dicapai apabila tersedia rencana induk (Master Plan) yang baik dan berjangka panjang serta tata kelola yang baik dan tekad bersama seluruh pemangku kepentingan,” kata Hashim.

20 Poin yang menjadi acuan perbaikan TMR. Yakni :

1. TMR tetap milik negara (tidak diswastakan).

2. TMR diharapkan menjadi yang terbaik di dunia.

3. Mengedepankan fungsi konservasi, edukasi, penelitian, dan rekreasi.

4. Menjalankan manajemen secara transparan, bisa diakses publik melalui internet dan tidak korupsi.

5. Menuju masyarakat ramah satwa mulai edukasi pendidikan formal, non-formal, informal yang memberi pemahaman dan menanamkan kepedulian kepada anak-anak (program kunjungan anak sekolah, memasukan dalam kurikulum pendidikan).

6. Memprioritaskan kesejahteraan satwa (pakan, perawatan, pengendalian libur satwa, menciptakan habitat sehat satwa).

7. Memperketat aturan pengawasan bagi pengunjung dan pedagang.

8. Membuka diri bagi partisipasi publik (sukarelawan, LSM, Media, dan lainnya) sesuai aturan (seperti pertukaran flora dan fauna).

9. Sebagai lembaga konservasi, menargetkan akreditasi A dari Kementerian Kehutanan dan menjadi Taman Margasatwa percontohan di Indonesia dalam waktu 2 tahun.

10. Memperhatikan keamanan dan ketertiban di dalam dan di sekitar area TMR.

11. Mendata satwa (1 kali dalam 3 bulan) dan ada pengawasan pihak ketiga sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.

12. Menyusun master plan, melibatkan publik dan akan memperhatikan kelengkapan fasilitas.

13. Menerapkan standar pelayanan minimum sebelum mempertimbangkan untuk menaikkan harga tiket.

14. Membangun pusat penyelamatan satwa terutama satwa sitaan yang terancam keberadaannya (hampir punah).

15. Bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan pengelolaan satwa yang mati, yaitu dokter hewan yang ahli di bidangnya untuk menetapkan penyebab kematian hewan.

16. Memperhatikan kesejahteraan karyawan termasuk petugas keamanan dan perawat satwa.

17. Membuat strategi komunikasi yang terencana dan berkesinambungan serta branding secara profesional.

18. Bekerjasama dengan komunitas pecinta satwa dan lembaga konservasi lainnya untuk tukar menukar satwa, rehabilitasi, dan pelepasan satwa berdasarkan pertimbangan LIPI dan atas persetujuan Kementerian Kehutanan.

19. Bekerjasama dengan instansi/dinas terkait agar bisa mewujudkan layanan dan prasarana publik yang terpadu.

20. Menyambut HUT TMR ke-150, membuat replika kebun binatang Cikini dan patung Raden Saleh sebagai pendirinya.

TAK PERLU SWASTA

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Jokowi, menargetkan TMR bisa menjadi konservasi pelestarian flora dan fauna, edukasi dan penelitian, serta rekreasi. Untuk mengerjakan semua itu, pihaknya sama sekali tak menggandeng swasta.

“Saya sudah berkomitmen soal anggaran, wong duit kita banyak, jadi tidak perlu swasta. Tapi, kalau memberikan masukan atau input kepada Ragunan silakan,” kata Jokowi. (guruh/ak)

Gerbang masuk Kebun Binatang Ragunan

  • #Gorila

    Idealnya mas Jokowi!,Bersih bersih dan bersih!!!!.pengunjung harus patuh dengan peraturan kalo tidak,sangsinya,sangat berat dan harus dibayar ‘penalty’ pelajaran yg setimpal. tong2 sampah di lipat gandakan! dilarang bawa makanan dari luar harus di beli yg tersedia di arena TMR. ngak hanya di situ saran2nya mas Gubernur?. musti evaluasi lapangan setiap harinya mana yg berhasil or not?.