Friday, 21 September 2018

Terlibat Rekening Gendut

PNS Pemkot Jaksel Ditahan Kejaksaan

Kamis, 10 Oktober 2013 — 23:01 WIB
iluspns

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung menetapkan Raden Suprapto, PNS di Suku Dinas Tata Ruang, Kantor Walikota Jakarta Selatan, sebagai tersangka. Ia terkait kasus kepemilikan rekening gendut di jajaran birokrasi Pemda DKI Jakarta.

Namun demikian, Kapuspenkum Setia Untung arimuladi belum menyebutkan jumlah uang yang dimiliki pegawai negeri sipil di rekening, yang ditemukan oleh Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tersebut.

“Tentu miliaran rupiah. Berapa persisnya, saya tidak tahu. Beri kesempatan kepada tim penyidik untuk bekerja. Pada waktunya, akan diberitahu,” katanya, Kamis (10/10).

Menurutnya, kasus ini sebagai tindak lanjut dugaan kepemilikan rekening gendut, yang dilaporkan oleh PPATK sebelum ini ke Kejagung. Sebelumnya, ilaporkan empat PNS di Pemda DKI Jakarta memiliki rekening gendut. Namun, belakangan seperti disampaikan Jampidsus Andhi Nirwanto, beberapa diantaranya berstatus pejabat Kemendikbud.

PUNGUTAN LIAR

Kasus terjadi saat tersangka menjabat sebagai staf Tata Usaha Suku Dinas Tata Ruang, Pemkot Jakarta Selatan maupun sebagai Kasie Tata Ruang, Kecamatan Tebet. Ketyika itu, ia melaksanakan tugas di bidang Perizinan dan Tata Kota Jakarta Selatan. Ia memberi pelayanan permohonan masyarakat tentang Rencana Kota
dengan produk berupa Surat Ketetapan Rencana Kota.

Surat Ketetapan Rencana Kota ini digunakan sebagai permohonan hak atas tanah kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN). Atau untuk pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) sereta pembuatan Surat Keterangan Retribusi Daerah (SKRD). Dia diduga telah memungut biaya pengurusan izin-izin, yang besarannya tidak sesuai dengan tarif atau biaya resmi yang telah ditetapkan.

Diduga jumlah uang dipungut berkisar dari Rp225 juta, Rp300 juta, Rp700 juta dan Rp1.89 miliar. Ditaksir jumlah uang yang terkumpul puluhan miliar rupiah. Akibatnya, dia dijerat dengan pasal 12 a atau pasal 12 b UU No. 13 tahun 1999 dan UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Dia terancam 20 tahun penjara. (ahi/yp)

  • bedul

    Bagus…Bagus…..Basmi habis para Koruptor…yg bikin bangsa ini susah….Presiden China Hu Jian tao…1998-2003…membabat habis para koruptor….37.000 polisi korup..dipecat dan di penjara….ribuan hakim dan jaksa korup dipecat dan dipenjara…ratusan koruptor kakap dihukum mati…..sekarang China melejit menjadi negara Adidaya baru bahkan sudah diatas AS….