Wednesday, 20 September 2017

195 Petugas Disebar Periksa Hewan Kurban di Bogor

Sabtu, 12 Oktober 2013 — 7:00 WIB
barhewan1210

BOGOR (Pos Kota) – Sebanyak 195 mahasiswa IPB dan petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bogor, muali Jumat disebar ke sejumlah pedagang hewan kurban. Mereka ditugaskan memeriksa hewan kurban yang dijual hingga pemotongan H+ 3 Idul Adha nanti.

Petugas pemeriksa hewan kurban ini, 100 orang di antaranya dari mahasiswqa Fakultas Kedokteran Hewan IPB, 95 lainnya paramedis dan tenaga teknis disnakan. “Mereka diterjunkan mulai Jumat hingga H+3 Idul Adha. Mereka diprioritasakan ditempakan di daerah rawan penyakit hewan seperti di Kkcamatan Cibinong, Citeurep, Gunung Putri, Babakan Madang, Bojonggede, Cileungsi, Jonggol, Parung, Cariu dan Klapanunggal,” ungkap Soetrisno, Kadisnakan Kabuapten Bogor.

Disebutkan, Kehadiran Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban merupakan wujud pelaksanaan UU No.r18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan . Dalam UU itu disebutkan pemerintah menjamin daging yang beredar memenuhi syarat aman, sehat, utuh dan halal sebagai upaya melindungi kesehatan dan ketentraman masyarakat konsumen. “Setiap ada hewan terinkasi penyakitan kita akan larang untuk dijual,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, setiap kecamatan ada dua orang petugas yang bertugas keliling untuk mengawasi dan memeriksa hewan kurban. Tak hanya itu, setelah dipotong semua daging pun akan diperiksa untuk menghindari penyakit berbahaya. “Kambing yang bisa dipotong minimal berumur 1,5 tahun, sedangkan sapi minimal 2 tahun,” tuturnya.

Dia mengingatkan bagi pembeli untuk mewaspadai beberapa penyakit yang muncul pada musin hewan kurban ini di antaranya adanya cacing hati di dalam hati atau jeroan sehinga jika siudah berikat harus dibuang karena jika dikonsume akan menyebakan kematian. “Selian itu cuaca tak menentu dan minimnya kebersihan mengakibatkan, hewan kurban rawan terserang berbagai penyakit,” katanya. (iwan).