Tuesday, 23 May 2017

Vonis Tak Sesuai Tuntutan, Jaksa Ajukan Banding

Kamis, 17 Oktober 2013 — 20:46 WIB
Vonis

JAKARTA (Pos Kota) – Mengaggap vonis Pengadilan Tipikor kurang dua per-tiga dari tuntutan, jaksa langsung mengajukan banding terhadap putusan terhadap terdakwa perkara Bioremediasi Bachtiar Abd. Fatah.

“Vonis majelis hakim Tipikor hanya dua tahun. Sedangkan, tuntutan jaksa penuntut umum selama enam tahun. Sementara SOP (Standard Operational Procedure) menyatakan vonis kurang dua pertiga tuntutan wajib diajukan banding,” kata Kapuspenkum Setia Untung Arimuladi di Jakarta, Kamis (17/10).

Menurut Untung, keputusan mengajukan upaya banding itu tidak hanya dalam perkara Bioremediasi, tetapi semua perkara. “Ini sudah menjadi SOP kita. Bukan sekarang saja.”

Putusan bersalah ini menyusul lima tersangka lainnya, yang sudah divonis dan bervariasi dari dua tahun sampai lima tahun oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.

Mereka, terdiri tiga terdakwa dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI), yakni Endah Rumbiyanti, Kukuh Kertasafari dan Widodo. Lalu, dua dari kontraktor, yaitu Herlan bin Ompo (PT Sumigita Jaya) dan Ricksy Prematuri (PT Green Planet Indonesia).

Sedangkan satu tersangka lagi,  Alexia Tirtawidjaja masih berada di AS. Dia mengajukan izin menemani berobat suaminya selama enam bulan, sejak penetapan sebagai tersangka, awal Januari 2012.

Namun, belakangan dikhabarkan dia ke AS, karena dipromosi ke kantor pusat Chevron di AS. (ahí/d)