Tuesday, 17 September 2019

Pemulangan Haji Asal Kabupaten Bekasi Kisruh

Rabu, 23 Oktober 2013 — 16:18 WIB
rukis2310

BEKASI (Pos Kota)-Proses penjemputan jamaah haji Jawa Barat asal Kabupaten Bekasi, kisruh. Ini terjadi akibat penjemput masuk dan jamaah memasak mengeluarkan tas tentengan untuk diserahkan ke keluarganya, Selasa malam.

“Kalau yang pulang dari Bekasi, ribet semua,” keluh Suherman, petugas jaga di ring 1 Debarkasi Jakarta-Bekasi. Dia pun mengaku kewalahan menghadapi ‘serbuan’ penjemput yang merasa ‘memiliki’ asrama haji.

Kelompok Terbang (Kloter) 5 asal Kabupaten Bekasi, tiba di asrama haji pukul 18:45, setelah menunggu tas koper datang, ratusan penjemput yang ‘berhasil’ masuk di ring 2 mencoba merangsek ke ring 1, tempat jamaah berkumpul di ruang Arofah.

Shobirin, Kasie Haji dadn Umroh Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, sebelumnya mengumpulkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), yang jamaahnya akan pulang, “Saya sudah memberi pengertian dan melaporkan hasil rapat soal penjemputan. Nyatanya di asrama berubah, “ ujar Shobirin, sambil menambahkan bukan hanya petugas daerah yang dapat leluasa masuk, tetapi keluarga pun terlihat.

KISRUH.

Kekisruhan mulai terlihat, ketika jamaah melihat keluarganya berdiri di pagar ring 1 dan melambai-lambaikan, Jamaah pun mencoba meloloskan tas tentengan melalui pagar setinggi tiga meter, “Saya sudah berpesan kepada jamaah nanti saja setelah tas koper ada, baru menyerahkan ke keluarga,” uajr Aipda Asep, petugas Kepolisian yang menjaga ring 1.

Namun jamaah dan keluarga saling manjat dan menyerahkan tas, petugas pun melaranag dan minta dikembalikan ke jamaah.

Beberapa pengunjung juga menyayangkan sikap Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Barat yang tidak tegas dengan aturan, “Mestinya tidak ada yang masuk, namun nyatanya mereka bebas masuk,” keluh Udin Sanudin, 40, keluarga jamaah yang menunggu di luar pagar asrama.

Abdur Rosyid, Kepala Bidang Keamanan PPIH Jawa Barat, mengaku dirinya kesulitan jika jamaah yang datang dari Bekasi, “Mereka sudah memiliki kerinduan kepada keluarga, jadi apa pun yang dilarang dilakukan demi bertemu,” ujarnya. (saban)

Teks:Jamaah dan keluarga saling melempar tas tentengan di debarkasi Jakarta-Bekasi. (saban)