Tuesday, 25 July 2017

Hilangkan Trauma Kasus Video Mesum

600 Siswa SMPN 4 Peroleh Bimbingan

Jumat, 1 November 2013 — 6:32 WIB
truama111

GAMBIR (Pos Kota) – Menghilangkan trauma kasus video mesum pelajar SMPN 4, Sawahbesar, para siswa, guru, dan komite sekolah mendapatkan bimbingan dari psikolog dan anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). “Konseling ini untuk memulihkan trauma bagi 600-an peserta didik, 60 guru, dan 12 karyawan,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudhi Mulyanto, di Balaikota, Kamis (31/10).

Konseling dilakukan oleh psikolog yang ditugaskan dari Biro Kepegawaian Daerah (BKD). Mental para siswa dan guru ini perlu dipulihkan melaluli bimbingan dari ahli kejiwaan. “Sebab, kasus tersebut (video mesum yang diperankan pelajar SMPN 4) benar-benar membuat semua pihak merasa terpukul,” katan Taufik.

Tindak lanjut dari pencegahan terhadap kasus asusila tidak berhenti pada bimbingan psikolog saja. “Kami juga mengadakan semiloka tentang pendidikan seks dan kesehatan reproduksi yang berlangsung di Balai Yos Sudarso kantor Walikota Jakarta Utara,” paparnya.

Oknum pelajar pelaku video mesum, termasuk sejumlah siswa yang menyaksikan, tambah Yudhi, semuanya sudah membayar kesalahannya dengan cara mengundurkan diri dari sekolah tersebut. “Orangtua dari pihak lelaki langsung menyatakan memindahkan anaknya ke pesantren. Kemudian disusul orang tua murid lainnya,” ucap Taufik. .

Dalam kesempatan ini Taufik Yudhi kembali menyerukan kepada para orangtua murid untuk turut peduli memberlakukan jam malam ‘wajib belajar’ di rumah masing-masing. (joko/st)

Teks : Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudhi Mulyanto, menunjukkan stiker tentang wajib belajar. (joko)