Tuesday, 21 August 2018

Ternyata Janda Cantik Juga Mahal Tebusannya

Senin, 4 November 2013 — 10:57 WIB
4-dia

Kata penyanyi Mus Mulyadi, gadis cantik mahal ongkosnya. Tapi bagi Ridwan, 25, janda cantik juga mahal tebusannya. Sebab baru tiga minggu dia  memacari Rini, 24, dia sudah babak belur dihajar bekas suaminya, bahkan sepeda motornya juga dirusak sekalian. Terpaksa Ridwan melaporkan Heru, 29, ke Polsek Medan Labuhan, Medan.

Pada sebuah lagunya di tahun 1970-an, penyanyi Mus Mulyadi pernah mengingatkan, “Jangan pandang sembarang pandang, gadis yang cantik mahal ongkosnya.” Itu memang benar adanya dan semakin relefan di era gombalisasi ini. Sebab gadis tahun 1970-an menilai, witing tresna merga kulina. Tapi gadis sekarang, witing tresna merga atusan lima (baca: materialistis).

Peringatan Mus Mulyadi ini bisa juga dijadikan pelajaran bagi Ridwan, warga Jalan Cingkwan, Kel. Besar, Kec. Medan Labuhan ini. Sebab ketika dia berani memacari janda cantik, ternyata memang sangat mahal tebusannya. Sebab belum juga bersanding ke pelaminan –apalagi hubungan kelamin- baru pacaran antar jemput saja bekas suaminya sudah marah-marah. Tak ayal lagi Ridwan kenyang makan ketupat bangka hulu.

Dua tahun lalu Rini memang bercerai dengan suaminya, Heru. Tapi perceraian itu bukan kehendak suaminya, sehingga dia tak rela dengan perceraian tersebut. Dalam hatinya dia bertekad, cepat atau lambat, Rini harus bisa saya kuasai kembali. Dia piker memiliki istri tak ubahnya dengan punya perusahaan. Karene kepepet, sahamnya banyak dijual. Tapi nanti setelah ada rejeki, dia akan kembali membeli saham PT itu sehingga bisa kembali memiliki perusahaan tersebut.

Perceraian itu dulu terjadi karena factor ekonomi yang tak kunjung membaik. Maka untuk bisa merebut kembali hati Rini, Heru berusaha memperbaiki perekonomiannya. Ternyata itu tidak mudah. Padahal, di kala Rini dalam status janda sudah banyak yang mengincarnya. Maklumlah, ibarat mobil janda Heru ini masih tangan pertama, surat komplit dan bodi full kaleng.

Rini kini pacaran dengan Ridwan yang ekonominya lebih mapan. Karena perempuan itu sudah terus terang statusnya dan keluarga membenarkan, tanpa ragu dia memacari untuk dijadikan istri kelak. Prinsip Ridwan janda tak masalah, jadi “generasi penerus” kan bukan hal jelek. Karenanya dia tanpa ragu antar jemput calon istrinya ke tempatnya kerja.

Hal ini rupanya terdengar oleh Heru. Dia jadi marah karena programnya bakal terkendala. Karenanya dia kemudian mengajak temannya untuk memberi pelajaran pada Ridwan yang lancang mau mengambil bekas istrinya. Nah, di kala baru saja Ridwan menurunkan Rini di depan kantornya, tahu-tahu dicegat Heru. Ridwan yang masih di atas motor ditempeleng hingga jatuh. Bahkan sepeda motornya dihancurkan pakai balok.

Irinisnya, Satpam pabrik yang melihat kejadian tak menolong. Dalam kondisi babak belur Ridwan mengadu ke Polsek Medan Labuhan. “Saya pacari janda, kok ada yang rebut ngaku suaminya,” lapornya.

Makanya, sebelum pacari Rini, cek dulu suratnya ke Polda. (JPNN/Gunarso TS)

  • lowerr

    Janda lagi….janda lagiii…

  • Mangap

    Harusnya satpam aktif untuk menghentikan pemukulan. Kenapa diam saja? Harus di training lagi