Jembatan Caringin Belum Selesai Diperbaiki, Bogor-Sukabumi Macet Parah

Jumat, 8 November 2013
kokbregini811

BOGOR (Pos Kota) – Sejak roboh tiga minggu lalu akibat hujan deras, Jembatan Caringin yang menghubungkan Bogor ke arah Sukabumi melewati Jalan Cimande, Bogor, belum selesai diperbaiki.Akibatnya, kemacetan di jalur ini menjadi pemandangan tiap hari. Butuh waktu berjam-jam, agar bisa lewat.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP M Chaniago harus menyiapkan lebih dari 20 personil Polisi Lalu Lintas untuk mengatur antrian kendaraan sepanjang 20 kilometer.”Tiap hari puluhan anggota Lantas bergantian mengatur jalur di area bekas longsor. Jembatan yang kena longsor, hingga saat ini masih dilalui satu jalur yang dilakukan secara bergantian. Volume kendaraan bertonasi besar yang melewati jalur ini, cukup panjang,”kata AKP Chaniago.

Delapan anggota Lantas Polres Bogor ini akan dibantu personil dari Polsek Ciawi, Caringin dan Polsek Cijeruk.
Ustab 55, seorang pengemudi truk, setiap hari, ia habiskan waktunya dengan mengantri di jalur ini.”Butuh waktu berjam-jam mengantri, untuk bisa melewati jembatan Caringin yang hanya bisa dilewati satu jalur,”kata Ustab.

Ia mengaku, membawa kurang lebih 10 ton air mineral dari pabrik pengisian ulang di Cicurug, Sukabumi pukul 06:00, ia baru bisa melewati jembatan sekitar pukul 09:30.”Butuh waktu tiga jam untuk bisa lewat jembatan selepas dari pabbrik. Udah habis bahan bakar, waktu terbuang, order pengiriman saya berkurang. Hasilnya, pendapatan berkurang,”paparnya.

Menurutnya, antrian kendaraan sudah terasa sejak di Cigombong perbatasan Bogor-Sukabumi.”Antian bisa mengular hingga 20 Kilometer. Anehnya Pemkab Bogor dan Bupatinya diam saja,”ujarnya.

Ia mengaku, pada Selasa (4/11)pernah terjebak parah.”Saya berangkat dari Cicurug pukul 20:00 malam dan baru tiba di Pondok Gede pukul 03:00 dini hari, karena lama antrian,”sesalnya.

Keluhan yang sama juga diutarakan Aming 35, pengemudi angkutan umum Bogor-Sukabumi.Ia lebih memilih jalan alternatif di Batutulis-Cihideung-Cijeruk dan keluar di Cigombong saat keluar dari terminal Baranangsiang.
“Jalur alternatif memang berputar jauh. Tapi mau gimana lagi. Bupati Bogor diam saja,”ungkapnya.

Dengan melewati jalur alternatif, untuk satu kali perjalanan 1 rit (PP) ia menghabiskan Rp200 ribu hanya untuk bahan bakar.”Kalau ngga macet, biasanya Rp100 ribu. Karena bahan bakar nambah, ongkos saya naikin dari Rp25 ribu menjadi Rp 40 ribu/penumpang,”katanya.

Penumpang protes atas kenaikan tarif ini. Namun ketika mengetahui situasi riil di jalan, akhirnya mau membayar.
“Kemacetan hampir setiap hari, apalagi pada jam aktivitas (pagi-sore) atau hari libur. Saya seorang pedagang sayur. Daripada waktu terbuang di jalan dan jualan rusak, saya mau bayar sesuai tarif baru, walau rasanya berat,”paparnya.

Andri, Kepala proyek pengerjaaan Jembatan Caringin mengaku, untuk normalisasi jembatan yang ambruk beberpa pekan lalu diperlukan kurang lebih 2 bulan.

“Pekerja ada 20 orang. Ada juga tenaga bantuan 30 personil TNI AD dari Yon Zipur. Saat ini sudah dalam tahap pengerasan landasan,”kata Andri kepada wartawan.Ditambahkan Andri, jembatan dengan ketinggian 20 meter di atas sungai Butowereng ini, memiliki stuktur tanah yang labil.”Supaya kuat, harus dibuat turap dari batu atau kawat brojong,”paparnya. (yopi)

Teks : Jembatan Cicaringin yang roboh sehingga jalur Bogor- Sukabumi semakin macet

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.