Friday, 19 April 2019

Menangi Pilkada, Ki Enthus Susmono Jadi Bupati Tegal

Jumat, 8 November 2013 — 8:23 WIB
Ki Enthus Susmono-n

TEGAL – Cita-cita dalang Ki Enthus Susmono menjadi bupati kesampaian.  Setelah sempat gagal pada Pilkada sebelumnya, bahkan berujung pada penjara karena protes dalam perhitungan suara  – dan berujung pada aksi perusakan – tidak lagi pada kali ini.

Ki Enthus-Toga

Ki Enthus dalang populer yang terobsesi politik- toga

Rapat pleno penghitungan suara yang digelar KPU Tegal, Jawa Tengah, Minggu (3/11) menghasilkan pemenang yakni Enthus Susmono-Umi Azizah dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tegal, Jawa Tengah, yang berlangsung 27 Oktober 2013.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tegal Sukartono mengatakan bahwa pasangan Enthus Susmono-Umi Azizah meraih 233.313 suara (35,21 persen), sedangkan pasangan Edi-Abasari memperoleh 223.436 suara (33,71 persen).

“Perbedaan perolehan jumlah suara Enthus-Umi dengan Edi-Abasari hanyalah 9.882 suara sehingga sangat tipis untuk ukuran pemilihan bupati. Ini merupakan hasil akhir rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara,” katanya di Tegal seperti dikutip Antara.

Menurut dia, jumlah pemilih yang menggunakan haknya pada Pilkada Kabupaten Tegal sebanyak 685.280 dan diikuti oleh lima pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Kendati demikian, kata dia, meski pasangan Enthus Susmono-Umi Azizah sudah dinyatakan unggul dalam perolehan suara, KPU belum menetapkan kapan Enthus-Umi sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Tegal.

Berdasarkan perolehan suara dari 18 kecamatan, Kabupaten Tegal, pasangan Ehtus-Umi mampu menguasai sembilan kecamatan, sedangkan pasangan Edi-Abasari hanya delapan kecamatan.

Pada rapat pleno terbuka itu juga terungkap bahwa pasangan Rojikin-Budiarto memperoleh sebanyak 116.234 suara (17,54 persen), disusul Fikri-Kahar 45.563 suara (6,87 persen), dan Himawan-Budi Sutrisno sebanyak 44.189. suara (6,67 persen).

Ia mengatakan bahwa tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kabupaten Tegal mencapai 57,88 persen. “Dari jumlah warga yang hadir di TPS mencapai 685.280 orang,” katanya.

Ki Enthus terjun ke Pilkada atas dukungan Partai Kebangkitan Bangsa. Dipartai kaum Nahyidin ini, seniman kelahiran Tegal, 21 Juni 1966 itu. juga memimpin ormas Banser.

Pada rapat pleno terbuka KPU ini diwarnai protes dari para saksi pasangan Edi-Abasari dengan alasan ada banyak pelanggaran kampanye, seperti banyaknya suara tidak sah dan dugaan praktik politik uang.

Ki Enthus Susmono (47) merupakan seorang dalang terkenal yang berasal dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Dia adalah anak satu-satunya Soemarjadihardja, dalang wayang golek terkenal dari Tegal dengan istri ketiga bernama Tarminah.

Enthus juga merupakan keturunan RM Singadimedja, dalang terkenal dari Bagelen pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat di Mataram.

Di dunia pedalangan Ki Enthus Pesisiran yang mampu menembus papan atas dalang laris, karena menggabungkan dalang wayang kulit dan golek. Dia juga tak sungkan berbahasa Indonesia – saat dalang lain tetap setia mendalam dalam bahasa Jawa.

Selain menampilkan gending-gending gagrak anyar, rancangan baru, Ki Enthus juga disukai penonton karena vokal, keras dalam menyampaikan kritik sosial. Dalang nyentrik yang sudah mencukur rambutnya – tak lagi gondrong – ini menyatakan akan terus mendalang di tengah kesibukannya nanti, sebagai bagian dari visinya melakukan sosiali pembangunan di wilayah Tegal. (dms/d)

 

 

  • heri

    Mudah2an setelah jd pejabat kelakuannya tidak bejad dan jd #asu# seperti yg selama ini di suarakan..selamat kangmas