Pelarian Dokter Dewa Ayu Berakhir di Balikpapan

Jumat, 8 November 2013 — 19:18 WIB
Sel1-n

JAKARTA (Pos Kota) – Tim Gabungan Kejaksaan berhasil menangkap dokter muda spesialis kebidanan dan kandungan Dewa Ayu Sasiary Prawani, di Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Hati, Jalan Imam Bonjol No. 1, Kota Balikpapan, Kaltim, Jumat, pukul 11.04.

Menurut Kapuspenkum Kejaksaan Agung, dokter muda yang dilahirkan 38 tahun lalu, tanggal 23 April 1975 adalah buronan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara.

“Status itu terkait dengan menghilangnya yang bersangkuatan ketika akan dieksekusi terkait putusan Mahkamah Agung (MA), yang mempidana selama dua tahun,” ungkap Untung, Jumat.

Dia ditangkap oleh Tim Satgas Kejagung bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado, Sulut dan Kejari Balikpapan, Kalimantan Timur. Untuk kemudian, terpidana dibawa ke Menado guna menjalani eksekusi selama 10 bulan, Dr. Dewa Ayu Sasiary Prawani adalah terpidana perkara tindak pidana umum terkait kealpaannya menyebabkan matinya orang lain.

Atas perbuatannya tersebut. Sesuai nomor putusan kasasi Mahkamah Agung 365.K/Pid/2012,  18 September 2012, dr. Dewa Ayu Sasiary Prawani telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana perbuatan yang karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain, dan menjatuhkan pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan.  (ahí/d)

  • Reza Kamal

    operasi emegency untuk menyelamatkan ibu atau janin memang lebih beresiko dibanding operasi elektif/berencana, karena persiapannya yang berbeda. SOP tiap rumah sakit berbeda. Sering dokter dihadapkan situasi yang tidak baik, apapun pilihannya ada resiko, tetapi mereka harus menyelamatkan jiwa. sedih melihat bahwa itikad baik dokter, karena hasilnya tidak memuaskan keluarga pasien, membuat para dokter berada dalam situasi yang tidak enak bahkan berbahaya bagi diri mereka. dokter Dewa saat itu bekerja tidak atas namanya sendiri melainkan institusi. Seharusnya institusi yang bertanggung jawab. Dokter residen tidak bertindak sendiri, selalu ada konsulen yang bertanggung jawab. Mudah2an dengan adanya kasus ini, para dokter menjadi tidak takut untuk mengambil resiko untuk menolong sesama.

Terbaru
Terpopuler
Selasa, 26 Mei 2015 — 1:35 WIB
Bola
Selasa, 26 Mei 2015 — 1:00 WIB
Internasional
Selasa, 26 Mei 2015 — 0:42 WIB
Gaya Hidup
Selasa, 26 Mei 2015 — 0:15 WIB
Hankam
Selasa, 26 Mei 2015 — 0:09 WIB
Peristiwa
Selasa, 26 Mei 2015 — 0:00 WIB
Susila
Senin, 25 Mei 2015 — 23:56 WIB
Yudikatif
Senin, 25 Mei 2015 — 22:16 WIB
Bola
Senin, 25 Mei 2015 — 21:46 WIB
Korupsi
Senin, 25 Mei 2015 — 21:40 WIB
Yudikatif