Saturday, 24 August 2019

Denda Hanya Rp 500 Ribu

Sutiyoso Setuju Sterilisasi Jalur Busway

Jumat, 8 November 2013 — 5:15 WIB
Untitled-1

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya untuk mensterilkan jalur busway. Bukan hanya kendaraan pribadi, angkutan lain seperti Kopaja dan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB).

Sutiyoso yang aktif sebagai pembina komunitas pengguna busway, beralasan jalur tersebut hanya khusus untuk moda angkutan massal. Angkutan lainnya hanya berfungsi sebagai angkutan penghubung (feeder).

“Seperti Kopaja dan APTB seharusnya tidak masuk ke dalam kota. Mereka itu hanya sampai di perbatasan. Penumpang kemudian melanjutkan perjalanannya dengan busway,” ujar Sutiyoso yang akrab disapa Bang Yos dalam acara diskusi sterilisasi busway di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/11).

Bang Yos menilai Bus Transjakarta yang akrab disebut busway, bukan sekadar angkutan, tapi juga merupakan kebanggan warga ibukota. Keberadaannya harus dijaga dan fungsinya harus dimaksimalkan. Penyediaan angkutan massal menjadi satu-satunya solusi penanganan kemacetan Jakarta.

Selain MRT dan monorel, alterantif moda lainnya dapat dikembangkan. Salah satunya dengan memanfaatkan sungai yang mengalir di wilayah ibukota dengan mengembangkan waterway. “Ini bisa menjadi alternatif angkutan. Kita bisa memanfaatkan Banjir Kanal Timur (BKT) misalnya” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pargaulan Butar-Butar, Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta, mengaku terus berupaya meningkatkan pelayanan. Mulai dari halte hingga pelayanan armada. Kendati demikian, ia tetap membutuhkan masukan dari warga.

SANKSI RP500 RIBU

Dirlantas Polda Metro Jaya mengubah besaran sanksi kepada penerobos jalur busway. Jika sebelumnya sebesar Rp1 juta untuk mobil, kebijakan tersebut direvisi menjadi Rp500 ribu untuk mobil dan motor.

“Denda maksimal untuk penerobos jalur busway adalah Rp500 ribu. Ditlantas Polda Metro Jaya tidak pernah mengatakan denda maksimal Rp1 juta,” tegas Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Sambodo Purnomo. Hal itu berdasarkan UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Bunyi Pasal 287 ayat 1 tersebut adalah ‘Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu’ “Penerobos jalur busway termasuk dalam pelanggaran rambu lalu lintas,” katanya. (guruh)