Tuesday, 16 July 2019

Bawa Anak Pijit Pria, Wanita Diciduk

Sabtu, 9 November 2013 — 22:58 WIB
ilusbawa

JATINEGARA (Pos Kota) – Memijat pria tengah malam di pinggir jalan di kawasan Jatinegara, seorang ibu digaruk aparat gabungan Pemkot Jakarta Timur, Sabtu (9/11) dinihari. Ia bersama anaknya yang masih SD digelandang ke mobil operasional.

Ny Tr, 40, mengaku terpaksa mengajak anaknya saat menjajakan jasa pijat lantaran di rumah bedengnya tidak ada teman. “Kalau bapaknya bocah entah pergi ke mana. Dari pada anak sendirian ya saya ajak,” ucapnya.

Jasa memijat satu orang mendapatkan upah Rp20 ribu. “Saat memijat saya tidak macam-macam kok. Saya murni mijat doang,” sambungnya sambil mengusap kepala anaknya yang masi berusia 9 tahun.

Saat Tr memijat ‘pasien’ ditenda sederhana di pinggiran jalan kawasan Jatinegara, anaknya menunggu di sisi tenda.
DIKIRIM KE PANTI SOSIAL

Pengakuan Tr tidak serta merta membuat petugas percaya. Pasalnya, di lokasi Tr dirazia seringkali dimanfaatkan pijat plus, sehingga tetap digelandang dan dikirim ke Panti Sosial Cipayung.

Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial M Yasin razia terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dilakukan di sejumlah titik yakni Jatinegara, Matraman, dan lainnya. Belasan PMKS seperti gelandangan, pengemis, pengamen, tukang pijat, dan pelacur jalanan ditangkap.

Terkait dengan anak seorang pemijit itu, Yasin akan mengusahakan agar bisa menjadi murid asuh. “Semoga dia bisa sekolah lebih tenang,” katanya. (chotim/st)

Ilustrasi

Teks:Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial M Yasin berdialog dengan seorang ibu pemijat yang membawa anaknya terjaring aparat gabungan walikota Jakarta Timur. (chotim)