Tuesday, 20 August 2019

Keluyuran di Mal di Tangsel

Dua PNS dan Puluhan Pelajar Djaring Satpol PP

Senin, 11 November 2013 — 19:35 WIB
yurtangsekl1111

SERPONG (Pos Kota) – Dua pegawai negeri sipil, tiga tenaga sukarela dan puluhan pelajar yang membolos saat bekerja serta bersekolah terjaring razia di 29 titik pusat perbelanjaan maupun keramaian di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Kami memang terus melakukan razia atau operasi dadakan terhadap karyawan, pelajar dan lainnya saat jam kerja atau sekolah di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Tangsel,” kata Kasatpol PP Tangsel, Azhar S Rakmansyah didampingi Kasi Operasional setempat, Iklas, Senin (11/11).

Menurut dia, kegiatan ini berkaitan dengan banyaknya keluhan masyarakat terhadap kegiatan pelayanan yang erganggu akibat tak adanya petugas maupun staf serta karyawan di tempat kerja.

“Tak hanya itu ini untuk memberikan efek jera bagi karyawan khususnya PNS agar tak keluyuran saat jam kerja,” tuturnya yang mengaku kedua PNS berasal dari Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Tangsel dan tiga orang tenaga kerja sukarela.

Tak hanya itu, tambah Iklas, pihaknya yang melakukan razia di 29 titik pusat perbelanjaan serta keramaian juga merazia 22 pelajar yang membolos saat jam pelajaran berlangsung.

Mereka yang terjaring diberikan surat peringatan dan disampaikan ke dinas masing-masing sedangkan untuk pelajar, orang tua dipanggil serta diberikan surat peringatan.

Salah satu PNS BP2T yang terjaring, mengaku dirinya bersama rekannya keluar kantor untuk membeli peralatan kantor. Namun, saat keluar kantor tidak membawa surat tugas. “Saya di sini karena disuruh atasan untuk membeli peralatan kantor tapi baru sampai langsung dibawa Satpol PP. Surat tugas tertinggal di meja kantor,” terangnya. (anton)

Teks : Sejumlah pelajar di Kota Tangsel yang terjaring Satpol PP setempat saat keluyuran jam pelajaran sekolah. (anton)