Wednesday, 19 September 2018

Dikeluarkan Dari Sekolah 36 Siswa SMAN 46 Mengadu ke KPAI

Selasa, 12 November 2013 — 21:57 WIB
cakolah1211

MENTENG (Pos Kota) – Sebanyak 36 siswa SMA 46 Jakarta Selatan yang dikeluarkan pihak sekolah karena dituduh membajak Metro Mini jurusan Blok M – Pondok Labu, mendatangi kantor KPAI (Komnas Perlindungan Anak Indonesia), di Jl.Teuku Umar, Menteng, Jakpus, Selasa (12/11) siang.

Di wakili orangtuanya, mereka melaporkan kasus yang menimpanya tersebut dan langsung diterima wakil ketua KPAI, Apong Herlina. Mereka pun, melakukan pertemuan di ruang tertutup tanpa dapat diliput awak media selama kurang lebih 2 jam.

Nina, 42, orangtua murid, sebelumnya mengaku kasus pemberhentian putranya bersama murid SMA 46 lainnya oleh kepala sekolah adalah tindakan arogansi. “Lebih mengejutkan lagi kepala sekolah mengeluarkan statmen dirinya tidak akan menerima murid bermasalah sampai tetes darah terakhir,” katanya.

Bersama walimurid lainnya, sambungnya, dirinya pun mengaku akan membawa kasus tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN). “Ini langkah terakhir kita kalau pihak sekolah tetap bertahan dengan sikapanya,” jelasnyanya.

Apong Herlina, mengaku sangat menyayangkan sikap kepala sekolah SMA 46 Jakarta Selatan, dengan mengeluarkan 36 siswa tersebut. “Ke depan kiita akan panggil kepala sekolah untuk meminta klarifikasi kasus ini,” jelasnya. (deny)

  • heri setiawan

    jiwa pendidik bila peserta didik jatuh harus dibangunkan kalau terpuruk harus dibangkitkan, bukan lepas tangan dengan cara mengeluarkan dari sekolah.

  • herderhart

    Keterpurukan Pendidikan di Indonesia a.l terlalu memanjakan dan memaafkan semua kesalahan yang dilakukan oleh siswa, tidak ada panutan ah paling paling kalau melanggar tidak akan di apa apakan,