Wednesday, 21 November 2018

Dilanjutkan, Pembangunan Stadion di Taman BMW

Rabu, 13 November 2013 — 21:41 WIB
Stadion Taman BMW-n

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta akan tetap melanjutkan pembangunan stadion Taman Bersih Manusiawi Wibawa (BMW) di Jakarta Utara.

Ratiyono - 330

Kepala Dinas Olah Raga dan Pemuda (Disorda) DKI, Ratiyono. dok.

Adanya aduan dari warga yang mengaku sebagai ahli waris lahan seluas 26,5 hektare dipastikan tidak akan mempengaruhi jalannya proyek senilai Rp1,05 triliun tersebut.

Kepala Dinas Olah Raga dan Pemuda (Disorda) DKI, Ratiyono, mengatakan pembangunan harus tetap dilakukan karena telah dianggarkan dalam APBD DKI 2013. “Pengerjaan dilakukan multy years. Dan tahun ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar,” ujar Ratiyono, Rabu (13/11).

Stadion Taman BMW-2-475

Stadion Taman BMW di Jakarta Utara, dirancang menampung 5 ribu mobil dan 10 ribu motor

Anggaran ratusan miliaran ini diperuntukkan tahap persiapan pembangunan. Seperti perataan tanah dan infrastruktur pendukung. Pembangunan bertaraf internasional dengan kapasitas 50 ribu orang  ini ditargetkan dapat selesai pada tahun 2015.

Nantinya selain satdion sepak bola yang rencananya akan dijadikan markas tim Persija juga akan dijadikan hutan kota dan lahan parkir. Juga akan ada untuk olahraga air, dan dua lapangan latihan sepakbola.

Stadion Taman BMW-475

Desain Stadion BMW di Jakarta Utara. Sudah dianggarakan Rp.100 Miliar untuk tahun pertama dari total Rp.1,05 triliun. Diharapkan pembangunan selesai 2015 mendatang.

Terkait adanya pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan Taman BMW, Ratiyono tidak mau berkomentar banyak. Termasuk langkah mantan Wakil Gubernur DKI, Prijanto, yang mengadukan adanya indikasi korupsi terhadap pengadaan lahan Taman BMW ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu.

“Pokoknya pembangunan stadion ini terus dilakukan. Karena memang telah ditunggu warga Jakarta,” ucapnya.

BELUM BERSERTIFIKAT

Sementara itu,  Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak menampik jika status lahan Taman BMW belum beres seluruhnya. “Kita sedang petakan tanah yang memang sudah beres. Jadi bisa langsung di bangun,” kata Ahok.

Kendati demikian, Ahok tidak menampik jika sampai saat ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) belum serahkan sertifikat atas tanah itu. Alasannya karena masih ada yang dudukin lahan itu, ada juga yang sewain buat container.

“Ini harus pergi dulu baru BPN anggap tanah itu bersih. Kami juga tidak bisa mengusir, karena belum punya kami. Makanya ini jadi negara preman, kita bisa lapor polisi dan jaksa, karena orang-orang ini menyewakan lahan tanpa izin, kalau kita lakukan (penertiban), kita dibilang bela Agung Podomoro,” kesal Ahok.

Terkait adanya warga bernama Donald Guilame Wolf yang mengaku sebagai ahli waris atas tanah itu mengadu ke DPRD DKI, Ahok, menanggapinya  dengan enteng. ”Hak dia ngadu ke DPRD, jadi bukan masalah Pemprov DKI dibohongin atau tidak, hampir semua pengembang properti di Jakarta berbohong. Kita tetap akan tagih semua kewajiban fasum fasos,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Donald Guilamme Wolf, yang mengaku ahli waris pemilik tanah Taman BMW Jakarta Utara mendatangi kantor DPRD DKI Jakarta untuk mengadukan masalah tersebut.

Melalui kuasa hukumnya, David Sulaeman, mengatakan kliennya tidak mau lagi memproses masalah ini dari sisi hukum. Kliennya, Donald, merupakan ahli waris sah berdasarkan Eingendom Verponding No 309, yang dimiliki Saamah, neneknya.

Donald juga sudah mendekam di jeruji besi selama setahun karena terjerat Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan tuduhan memalsukan surat.(guruh/d)

  • Mangap

    Buat agar jadi area multi fungsi. bisa untuk olahraga pagi, untuk wisata, dan untuk kumpul atau untuk acara lainnya. agar bisa lebih bermanfaat.

  • https://www.facebook.com/pro.rakyat.944 Pro Rakyat

    Bahwa menyikapi pemberitaan
    rencana pembangunan stadion di lahan eks Taman BMW dan permasalahan penyediaan
    lahan untuk stadion lebih bernuansa kepentingan bisnis dan modus korupsi
    daripada kepentingan umum.

    Bahwa rencana tersebut
    terbukti paradoks dan pesan sponsor dimana alasan Pengusaha dan jajaran Pemprov
    DKI Jakarta menjadikan lahan tersebut menjadi lahan Fasum Fasos Taman Terbuka
    Hijau atau Taman Kota oleh karena dahulu lahan itu adalah Taman Hijau Nan
    Rimbun Dan Indah…? Yang disebut Taman BMW..! Namun Taman itu dibabat habis..!?
    Tanpa ada pengusutan. Dari Taman untuk Taman lagi..! Bukankah ini bukan sesuatu
    yang aneh atau janggal…!!?.

    Janganlah lupakan kejadian pada
    subuh yang mencekam tanggal 28 Agustus 2008 sekitar 1400 gubuk, rumah dan
    tempat usaha warga dengan tanpa berperikemanusiaan dan biadab, tanpa
    musyawarah, bahkan tanpa kerokhiman dibongkar paksa oleh jajaran Pemprov DKI
    melalui tangan sekitar 8000 (delapan ribu) petugas dan aparat Satpol PP.
    Pembongkaran paksa ini dilakukan dengan berbagai dalih dan rekayasa, zholim,
    dan sangat merugikan, melukai dan menyakiti rakyat kecil. Saat itu mereka
    berpesta pora diatas penderitaan, kerugian dan tangisan rakyat.

    Saat ini yang mendesak
    penting bagi warga Jakarta bukanlah stadion tetapi penuntasan kasus-kasus KKN
    dan membersihkan jajaran Pemda DKI Jakarta dari KKN. Penyerahan bukti-bukti
    Korupsi oleh eks Wagub DKI Jakarta ke KPK adalah salah salah satu bagian dari
    upaya itu, bersifat serius dan telah menjadi perhatian publik

    Bahwa segenap kita sesuai
    kapasitas dan kapabilitas masing-masing “Dipanggil” untuk berperan serta menjadikan
    “JAKARTA
    YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KKN”. Untuk saat ini warga Jakarta lebih
    memerlukan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif yang bersih dan bebas KKN
    daripada sebuah Stadion. Untuk itu semoga berkenan mendukung
    petisi dan tuntutan sebagai berikut :

    1.
    Mendesak
    Pengembang dan jajaran Pemprov DKI Jakarta merehabilitasi warga korban gusuran paksa 28 Agustus 2008. Mereka
    saat ini masih mengutuk dan menuntut pertanggungjawaban;

    2. Mendesak KPK untuk segera
    melakukan tindakan penyelidikan dan atau penyidikan lebih lanjut atas Laporan
    Dugaan Korupsi pengadaan lahan stadion di eks Taman BMW yang dilaporkan oleh
    Eks Wagub DKI Jakarta;

    3. Untuk sementara pembangunan
    Stadion di eks Taman BMW ditunda oleh Pemprov DKI Jakarta dan DPRD hingga
    dugaan korupsi dan kolusi terkait pengadaan lahannya diusut dan diselesaikan tuntas
    dan terang benderang;

    4. Mendukung DPRD DKI Jakarta
    membentuk “Pansus Skandal Taman BMW” untuk memperjelas, mengklarifikasi dan
    menuntaskan segala permasalahan menyangkut lahan eks Taman BMW karena terbukti potensi kerugian APBD, suap dan atau korupsi
    sangat rawan terjadi dalam pengadaan lahan dan pelaksanaan proyek pembangunan
    stadion tersebut;

    5. Menghimbau segenap masyarakat
    DKI Jakarta agar peduli ikut berjuang mengawal dan mengawasi setiap rupiah uang
    rakyat yang digunakan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam pengadaan lahan dan
    pembangunan stadion di eks Taman BMW;

    Demikian dan terima kasih,
    semoga Allah SWT Tuhan YME bersama kita. Aaminn…

    Jakarta, 3 Maret 2014